Breaking News

Minta Fee Proyek, Dua PNS Sampang Kena OTT di Tangan Jaksa

Minta Fee Proyek, Dua PNS Sampang Kena OTT di Tangan Jaksa. Minta Fee Proyek, Dua PNS Sampang Kena OTT di Tangan Jaksa.

Tim Intelijen dan Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sampang, Madura melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan mengamankan 2  orang yang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan, Kabupaten Sampang, pada Rabu 24 Juli 2019.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menjelaskan, dalam OTT tersebut, kedua oknum PNS itu diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi  Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, berinisial AR dan Staf Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang berinisial MEW, yang diduga melakukan Pungutan Liar  atau Pungli, untuk kepentingan pribadinya atau untuk memperkaya diri sendiri dan atau untuk orang lain.




“Penangkapan ini dilakukan terkait dugaan meminta fee pada Proyek Kegiatan Pembangunan Ruang Kelas baru di SDN Banyuanyar 2 Sampang dan SDN Sokobanah Daya 1 Sampang, Tahun 201,” ujar Mukri, di Kompleks Kejaksaan Agung, Kamis (25/07/2019).

Kedua oknum PNS itu meminta fee sebagai imbalan atas berhasilnya SDN Banyuanyar 2 Sampang dan SDN Sokobanah Daya 1 Sampang mendapatkan proyek dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.

Nilai proyek kegiatan pembangunan ruang kelas baru pada SDN Banyuanyar 2 Sampang  sebesar Rp 1,4 miliar. Sedangkan proyek kegiatan pembangunan ruang kelas baru pada SDN Sokobanah Daya 1 Sampang dengan nilai  Rp 1,25 miliar.




Dalam OTT itu, turut diamankan beberapa barang yang dijadikan bukti. Yakni, uang sejumlah Rp 75 juta, buku catatan fee proyek tahun 2017-2018, buku rekening Bank BNI,BRI,BCA dan 2 buah henpon android warna putih ,1 buah henpon merek Nokia, kunci mobil beserta STNK CRV dengan Nopol AG 1939VG yang diduga terkait dengan dugaan kasus tersebut.

“Hal ini masih bisa berkembang lagi nantinya, baik besaran uang yang didapat saat ini, maupun uang yang sudah didapat sebelumnya. Kita lihat perkembangan nya dalam 1 x 24 jam sudah ditangani Bidang Tindak Khusus Kejari Sampang,” ujar Mukri.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*