Breaking News

Minim Substansi Pencerdasan dan Pencerahan, Para Sarjana Mesti Aktif Menangkal Hoax

Minim Substansi Pencerdasan dan Pencerahan, Para Sarjana Mesti Aktif Menangkal Hoax.

Para kaum terdidik, para sarjana dan mahasiswa diminta proaktif menangkal berbagai informasi hoax yang isinya tidak mencerdaskan dan tidak mencerahkan warga Negara Indonesia.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan pengurus Nasional Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (Sekjen ISRI) Cahyo Gani Saputro saat menggelar Deklarasi ISRI di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (05/04/2019) akhir pekan kemarin.

Pada pertemuan yang digelar di RM Mbakyu Limbuk itu, Cahyo Gani Saputro menyatakan, sebagaimana visi ISRI, untuk ikut serta mewujudkan visi Bangsa Indonesia, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kaum cendekiawan, intelektual dan para sarajan hendaknya juga hadir sebagai gerakan yang memberikan pencerahan dan pencerdasan bangsa.

“Untuk memberikan pencerahan, pencerdasan dan penyadaran, terutama di tahun politik ini yang mana berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian hate speech, menjadi fenomena sekaligus menjadi tantangan besar bagi ISRI dan kaum terdidik Indonesia lainnya untuk menangkal dan meluruskannya,” ujar Cahyo Gani Saputro, dalam keterangannya, Minggu (07/04/2019).

Selain itu, dia melanjutkan, dalam pesta demokrasi yang sedang berlangsung, juga menjadi tujuan bersama seluruh rakyat untuk memilih pemimpin yang dapat mensejahterakan kehidupan rakyat.

“Dan memilih pemimpin yang menjadi tugas penyelenggara negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia,” ujarnya.

Demokrasi seperti itu, ditambahkan dia, dapat berjalan dengan baik bila didukung oleh partisipasi rakyat. Semua pihak, terutama kaum cendekiawan dan kaum intelektual, lanjut Cahyo, berkewajiban menjaga iklim demokrasi yang sehat, dengan tidak memaksakan kehendak.

“Demokrasi ini tidak dibumbui dengan intimidasi dan teror. Sebab, jika ada intimidasi dan teroro, selain akan menciderai dan merusak demokrasi, juga merusak citra Indonesia sebagai negara mengalami kemajuan demokrasi yang luar biasa dari era reformasi hingga saat ini,” ujar Cahyo.

Cahyo juga menegaskan posisi ISRI sebagai gerakan intelektual atau cendikiawan yang berhaluan nasionalis atau kebangsaan. Hal itu secara tegas dinyatakan pada salah satu poin sumpah janji kepengurusan ISRI berbunyi yakni Setia dan menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Lambang Negara Garuda Pancasila dengan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bendera Negara Indonesia Sang Merah Putih, Bahasa Negara Bahasa Indonesia, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan selalu taat Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia Kabupaten Karanganyar, Heru Susanto Wahyu Saputro menyampaikan, dengan terbentuknya Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia Kabupaten Karanganyar kiranya dapat ikut memberikan sumbangsih pemikiran, gagasan dan pengawalan program-program pemerintah pro rakyat, khususnya di Kabupaten Karanganyar.

Heru Susanto mengapresiasi beberapa program Pemerintah Pusat dan daerah, yang saat ini manfaatnya mulai dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Terutama pembangunan bidang infrastruktur, pertanahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, program-program itu bisa berlanjut, apalagi dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ke depan harus lebih menyentuh pada pemberdayaan kemampuan manusia Indonesia.

“Agar bisa berkompetisi, sehingga selain diberikan modal keuangan dengan bunga terjangkau, juga modal kemampuan hard skill dan soft skill serta kompetensi di bidangnya masing-masing terpenuhi,” ujar Heru.

Kegiatan itu dihadiri oleh Alumni GSNI, Alumni GMNI, Pemuda Demokrat Indonesia, GMNI dan Gerakan Pemuda Marhaenis, Keluarga Besar Marhaenis dan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Sumanto yang juga memberikan sambutan.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*