Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan

Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan

- in DAERAH, NASIONAL
20
0
Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan. (Ist)Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan. (Ist)

Nias Barat, Sinarkeadilan.com –Kondisi guru di Kepulauan Nias sangat memprihatinkan. Pergi ke sekolah untuk mengajar harus mempertaruhkan nyawa.

Terutama untuk mendidik anak-anak murid di pelosok pulau, pertarungan melawan terjangan ombak saat menaiki perahu kecil yang disebut dengan pompong dengan lama perjalanan satu jam lebih menjadi pemandangan yang membuat hati trenyuh.

Kondisi seperti itulah yang hingga kini masih dialami sejumlah guru di Kepulauan Nias, khususnya di Nias Barat, Sumatera Utara.

Salah seorang guru yang mengajar di SMP Negeri 4 Sirombu, Kabupaten Nias Barat menuturkan kesehariannya mengabdi di sekolah itu.

Kepada Sinarkeadilan.com, Ibu Guru Dermawan ini mengatakan, setiap hari dirinya harus membuat persiapan untuk mengajar. Demikian pula saat akan menghadapi ujian sekolah.

Saat air laut sedang tidak bersahabat, angin kencang dan ombak besar yang senantiasa mengancam nyawa dalam perjalanan menuju sekolah, para guru harus menyeberangi lautan agar tiba di pulau pelosok, tempat sekolah berlokasi.

Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan. (Ist)
Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan. (Ist)
Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan. (Ist)
Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan. (Ist)

Dalam pengabdiannya, perjuangan beberapa guru di Kepulauan Hinako, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat dengan menaiki perahu kecil yang disebut pompong menghabiskan waktu perjalanan hampir satu jam untuk mencapai lokasi sekolah.

Tidak ada jaminan agar mereka terhindar dari terjangan badai dan ombak ketika berangkat maupun pulang dari sekolah.

“Hanya doa, berpasrah diri untuk selamat,” ujar seorang guru ketika berbincang dengan Sinarkeadilan.com, Rabu (22/07/2020).

Kendala yang dialami para guru, tidak menurunkan tekad untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kepulauan.

“Suka dukanya memang terasa di awal bekerja. Biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari sangat mahal,” ujar Guru Muda yang enggan namanya ditulis itu.

Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan. (Ist)
Minim Listrik, Minim Jaringan Komputer, Naik Pompong Menembus Terjangan Ombak Untuk Mengajar Ke Pelosok Pulau, Kisah Guru di Kepulauan Nias Memprihatinkan. (Ist)

Wilayah ini masih sangat terbatas akses penghubung dan transportasi. Demikian pula ketersediaan listrik, jaringan telepon dan jaringan internet maupun fasilitas belajar mengajar lainnya, masih sangat minim.

Termasuk ketersediaan buku pelajaran masih sangat minim. Ketersediaan alat praktikum hingga laboratorium komputer belum ada.

“Sekolah kami belum memiliki lab komputer. Kami harap ada perhatian dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Nias Barat agar kami para guru dan tenaga honorer diperhatikan, dan diberi fasilitas yang layak, untuk trasportasi maupun kelengkapan alat sekolah,” harap Guru SMP N 4 Sirombu ini.(fdodogulo)faahakhododo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like