Breaking News

Minim Gerakan Kaum Muda, Bisa-Bisa Jadi Fosil, Partai Golkar Terancam Ditinggalkan Pendukung

Airlangga Hartarto Dkk Kok Jadikan Partai Golkar Bagai Perusahaan Pribadi. Airlangga Hartarto Dkk Kok Jadikan Partai Golkar Bagai Perusahaan Pribadi.

Partai Golkar terancam ditinggalkan para pendukungnya, karena minimnya spirit dan gerakan kaum muda di partai berlambang pohon beringin itu.

Jika tidak ingin menjadi partai fosil, maka para aktivis dan para pendukung Golkar harus mau dan melakukan upaya strategis membangun kekuatan baru.

Barisan Anak Muda yang tergabung dalam Akar Muda Beringin (AMB) menyampaikan, dari evaluasi kaum muda di lingkungan Partai Golkar, selama 5 tahun terakhir, perkembangan partai yang kini masih dikomandani Arilangga Hartarto itu minim prestasi dan lesu darah.





Ketua Akar Muda Beringin (AMB) Benny Edysaputra Sijabat menuturkan, dengan mengakomodir tenaga dan pemikiran baru, Partai Golkar akan bisa meraih kejayaan yang unggul.

“Kalau tidak, ya akan jadi fosil saja. Harus mau dan berani mengambil sikap dan langkah strategis dengan melibatkan kaum muda, kaum millennial yang cerdas dan berani, untuk membangkitkan dan merangkul basis suara terbesar saat ini, yakni kaum muda itu sendiri. Kaum muda, sangat besar jumlahnya. Dan itu sebagai darah segar untuk membalaskan kegagalan dan keletihlesuan di Golkar selama ini,” tutur Benny kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (07/07/2019).

Menanggapi rencana kepemimpinan baru di Partai Golkar yang dalam waktu tak lama lagi akan menggelar Musyarawah Nasional (Munas), Benny menyampaikan, sosok yang berani melakukan perubahan mendasar dengan melibatkan kaum muda, akan mendapat dukungan penuh.





“Saat ini, hampir semua pengurus Partai Golkar di setiap tingkatan, masih diisi oleh orang-orang yang sudah letih lesu, dan hampir kehilangan spirit membangun Golkar. Jika masih mempertahankan yang ada, saya kira Golkar akan begitu-begitu saja, malah perlahan jadi Fosil,” tuturnya.

Dia pun mengajak para aktivis muda dari berbagai kalangan dan berbagai latar belakang, seperti dari Kelompok Cipayung, untuk bergabung dan melakukan perubahan yang progresif di tubuh Partai Golkar.

Menurut dia, banyak aktivis dan mantan aktivis Kelompok Cipayung yang bagus-bagus, brilian, loyal dan progressif. Namun, dikarenakan elit partai banyak berwatak feudal, akhirnya tidak mampu mendongkrak kekuatan partai.





Menurut dia, sejumlah aktivis dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), yang dinamakan sebagai Kelompok Cipayung, mesti berani dan mau melakukan perubahan di tubuh Partai.

“Yang paling menyedihkan, selama ini darah-darah segar dari Kelompok Cipayung itu hanya jadi penggembira, dan ketika bertarung di kancah politik, malah kandas tak bersisa. Kebanyakan malah jadi kaum muda yang berwatak borjuis dan feudal. Ini seharusnya tidak terjadi,” ujar Benny lagi.

Dari sekian nama yang muncul sebagai Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar yang akan bertarung di Munas mendatang, menurut Benny, hanya ada dua nama beken yang muncul, yaitu Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto.





Dengan melihat kedua sosok ini, tegas dia, sosok Bambang Soesatyo lebih akomodatif dan lebih progressif. “Bambang Soesatyo lebih condong mendapat simpati dan dukungan dari kaum muda. Cerdas, berani, tidak lamban, dan merangkul semua golongan,” ujar Benny.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*