Milenial Batak Simalungun Dukung Penggunaan 1000 Bulang Sulappei Masuk Rekor MURI di Festival Danau Toba

Milenial Batak Simalungun Dukung Penggunaan 1000 Bulang Sulappei Masuk Rekor MURI di Festival Danau Toba.
Milenial Batak Simalungun Dukung Penggunaan 1000 Bulang Sulappei Masuk Rekor MURI di Festival Danau Toba.

Kaum Muda Batak Simalungun yang tergabung dalam Milenial Simalungun mendukung penggunaan sebanyak 1000 Bulang Sulappei di Festival Danau Toba 2019.

Ketua Milenial Simalungun, Jhon Mejer Purba menyampaikan, penggunaan penutup kepala dari kain Ulos Simalungun itu ditargetkan akan mencatatkan Rekor MURI. Pemakaian Bulang Sulappei terbanyak 1.000 orang yang akan terlibat dalam pemecahan rekor MURI tersebut, temasuk para wisatawan.

“Sebagai generasi muda Simalungun turut bangga lah pencatatan Rekor MURI Bulang Sulappei ini, mari terus kita lestarikan kiranya menjadi familiar untuk kita pakai di kehidupan sehari-hari,” ujar Jhon Mejer Purba, dalam siaran persnya, Rabu (11/12/2019).

Jhon Mejer Purba yang juga merupakan Sekretaris Pelestarian Warisan Budaya di Batak Center  juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yang terus konsisten mengembangkan pelestarian warisan budaya yang berasal dari wilayah Sumatera Utara.

Festival Danau Toba 2019 digelar di Kawasan Danau Toba. Dengan mengangkat tema Inspiring Danau Toba acara ini diselenggarakan Pemerintah Provinsi oleh (Pemprov) Sumut melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI, Badan Otorita Danau Toba, 8 Kabupaten di kawasan Danau Toba, serta para stakeholder pariwisata dan budaya.

Festival Danau Toba 2019 ditargetkan akan mencatatkan Rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak 1.000 orang yang akan terlibat dalam pemecahan rekor MURI tersebut, temasuk para wisatawan.

Bulang Sulappei adalah tudung kepala perempuan yang terbuat dari kain tenun Simalungun. Seperti kita ketahui Ibu Negara Hj Iriana Jokowi saat megikuti upacara detik-detik Proklamasi di Istana Negara, Sabtu 17 Agustus 2019 mengenakan “Bulang” penutup kepala pakaian adat  Simalungun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua mengatakan, pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei dipilih dalam rangkaian FDT, karena kain tenun asal Simalungun ini sudah jarang digunakan. Hal tersebut juga dilakukan guna melestarikan budaya asli Simalungun.

“Tidak hanya sekadar dipakai, pada saat bersamaan, juga ada atraksi seni melipat kain Bulang Sulappei. Jadi FDT ini juga tujuannya menunjukan budaya asli daerah, jadi ini yang bisa dilakukan masyarakat atau wisatawan untuk mengenal kebudayaan Simalungun,” jelas Ria.

Berbagai agenda sudah dipersipkan seperti kegiatan Pra Event FDT 2019 Lomba Solubolon di Tobasa, Penanaman Pohon di Parapat, Pembersihan Kawasan Danau Toba, FGD Geopark, FGD Danau Toba, Lomba Lari 10 K, Press Release, Asahan River Festival di Tobasa dan  kegiatan inti FDT terdiri dari penampilan tari kolosal, hiburan rakyat lokal dan nasional, beragam lomba, fashion show busana etnis, demo kuliner dan lainnya.(JR)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan