Meski Sedang Sangat Butuh Perhatian Pemerintah, Serikat Pekerja Asuransi Jiwa Bumiputera Tetap Komit Dukung Perusahaan

Meski Sedang Sangat Butuh Perhatian Pemerintah, Serikat Pekerja Asuransi Jiwa Bumiputera Tetap Komit Dukung Perusahaan.
Meski Sedang Sangat Butuh Perhatian Pemerintah, Serikat Pekerja Asuransi Jiwa Bumiputera Tetap Komit Dukung Perusahaan.

Dewan Pengurus Serikat Pekerja Niaga, Bank Jasa dan Asuransi (NIBA) Serikat Pekerja Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) 1912 menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung perusahaan untuk terus melayani rakyat, terutama para pemegang polis.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Dewan Pengurus Serikat Pekerja Niaga, Bank Jasa dan Asuransi (NIBA) Serikat Pekerja Asuransi Jiwa Bumi Putra (AJB) 1912, Rizky Yudha P dalam siaran persnya, Kamis (14/11/2019).

Rizky Yudha mengatakan, Serikat Pekerja NIBA AJB Bumiputera 1912 dengan 1.900 anggota dan bersama 10.000 agen yang tersebar di Kantor Pusat dan 308 Cabang, berkomitmen mengimplementasikan kebersamaan yang tulus melayani seluruh Pemegang Polis dengan sebaik-baiknya.

“Dengan berkordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk penjadwalan klaim dan realisasinya,” ujarnya.

Jika ada persoalan keterlambatan pembayaran klaim selama ini, dia berjanji akan segera diselesaikan. “Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas keterlambatan dalam pembayaran klaim. Serta terimakasih atas kesabaran Ibu dan Bapak Pemegang Polis. Insyaallah , Serikat Pekerja akan menjaga komitmen perusahaan,” tutur Rizky.

Dia melanjutkan, perkembangan kondisi AJB Bumiputera 1912 saat ini menjadi keprihatinannya selaku Pekerja yang telah mengabdikan hidupnya.

Dan sebagai Perusahaan Perjuangan yang merupakan bagian dari sejarah panjang Bangsa Indonesia di industri perasuransian, seharusnya kondisi Bumiputera juga menjadi keprihatinan Pemerintah.

Bukan tidak mungkin, kata Rizky, segala sesuatu jika dipelihara dengan baik, akan menjadi sesuatu yang baik jua. Begitu halnya dengan AJB Bumiputera 1912 yang membutuhkan dukungan semua pihak.

Bersama-sama Pemerintah, DPR juga Regulator dan seluruh Pemangku Kepentingan di internal Perusahaan, hendaknya bercermin menghayati sejarah panjang AJB Bumiputera 1912.

“Sehingga bersama-sama memberikan konsentrasi lebih, guna mengatasi persoalan AJB Bumiputera 1912 agar tidak berlarut-larut,” ujar Rizky.

Rizky menegaskan, organisasinya yakni Dewan Pengurus Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi (NIBA) AJB Bumiputera 1912, sebagai satu-satunya wadah organisasi Serikat yang ada di Bumiputera.

SP NIBA AJB Bumiputera 1912 beranggotakan 1.900 pekerja, sudah berusia 44 tahun dan selalu hadir menjadi tulang punggung . Juga mewarnai tumbuh kembangnya satu-satunya perusahaan swasta nasional yang berbentuk Usaha Bersama atau Mutual ini.

Serikat Pekerja Bumiputera, salah satu Serikat Pekerja yang merupakan anggota dari Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi ( FSP NIBA ), merupakan organisasi yang didirikan oleh Pekerja Bumiputera pada tahun 1975.

Serikat Pekerja itu juga memiliki sejarah panjang dalam menjaga eksistensi Bumiputera sebagai entitas usaha yang berusia lebih dari 100 tahun.

“Pasang surut perusahaan tentunya menjadi perhatian SP Bumiputera agar terus mampu eksis di industri keuangan yang semakin ketat persaingannya,” tuturnya.

Ketua Umum FSP NIBA KSPSI  Bibit Gunawan menambahkan, karena menjadi bagian dari FSP NIBA, maka otomatis merupakan bagian dari Konfederasi, yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPSI ), yang saat ini dipimpin oleh Ketua Umum Yorrys Raweyai.

“Oleh karena itu, sebagai bagian terpenting dari perjalanan sejarah Bumiputera, SP Bumiputera perlu terus melakukan gerakan-gerakan positif bagi eksistensi perusahaan dan tentunya meningkatkan kemaslahatan bagi Pekerja anggotanya,” jelas Bibit Gunawan.

Bumiputra Adalah Aset Bangsa

AJB Bumiputera 1912 adalah aset bangsa Indonesia. Perusahaan ini adalah alat perjuangan yang bergerak di bidang asuransi jiwa mutual nasional. Para pemegang polis bangsa Indonesia yang mendedikasikan terwujudnya tujuan serta cita-cita Masyarakat Indonesia Sejahtera.

Bumiputra didirikan oleh 3 guru yang juga tokoh pergerakan nasional, yakni Mas Ngabehi Dwidjosewojo, Mas Karto Hadi Karto Soebroto, Mas Adimidjojo. Berdiri dalam suasana keprihatinan tanggal 12 Februari 1912 di Magelang, dengan nama Onderlinge Levensverzekring Maatschappij PGHB (OLMij. PGHB).

Perusahaan berdiri tanpa modal. Dan Pemerintah Belanda menaruh simpati menumbuhkan kepercayaan dengan persetujuan membantu subsidi f. 300 (300 gulden) setiap bulan, terhitung mulai 1 Oktober 1913, selama 10 tahun, hingga Oktober 1923.

Saat Ini Republik Kembali Memanggil

Rizky Yudha P  mengatakan, dengan mengutip pidato Pakubuwono X , Susuhunan Keraton Surakarta Hadiningrat, yang juga Pahlawan Pergerakan Nasional, yang menyebut Rum kuncara ruming bangsa dumuning haning luhuring budaya, yakni keharuman dan kebesaran suatu bangsa terletak di keluhuran budayanya.

Atau istilah yang disebuh Bung Karno dengan Jasmerah, Jangan sekali-sekali melupakan sejarah, perlu kita camkan baik-baik.

Dituturkannya, dalam sebuah kesempatan, sekitar satu dasawarsa yang lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyematkan penganugerahan gelar kepada Tujuh Pahlawan Nasional dan 11 Tanda Kehormatan RI di Istana Negara Jakarta. Salah satunya adalah I Gusti Ketut Pudja.

I Gusti Ketut Pudja adalah Anggota Direksi Pembina dan Komisaris yang memulai karier di Bumiputera tahun 1959. Dia juga merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

I Gusti Ketut Pudja mewakili Sunda Kecil, yakni Bali dan Nusa Tenggara. Pudja ikut hadir di Rumah Laksamana Maeda, pada 16 Agustus 1945, saat persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kemudian dia diangkat Soekarno menjadi Gubernur Sunda Kecil. Saat itu, walau Jepang sudah menyerah, tetap saja mereka masih berkuasa di sejumlah daerah di Bali,” jelas Rizky.

Pudja sempat ditangkap tentara Jepang saat para pemuda gagal melucuti senjata Jepang akhir tahun 1945. Pudja juga ditugasi Soekarno menjadi pejabat di Departemen Dalam Negeri.

Bumiputera yang lekat dengan tokoh-tokoh perjuangan juga nampak dari sejumlah nama yang pernah berkecimpung langsung di perusahaan ini atau yang menjadikan dirinya bagian dari perusahaan.

Sebagai catatan, Kementrian Keuangan Republik Indonesia, mendedikasikan salah satu gedung kantor pusatnya di bilangan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sesuai dengan nama Presiden Direktur Bumiputera terdahulu yakni RM Notohamiprodjo. “Dikarenakan dedikasi beliau di bidang keuangan dan sumbangsihnya kepada Negara,” ucap Rizky.

Ketika Pemerintah Republik Indonesia membutuhkan kader untuk jabatan strategis, Bumiputera yang memang perusahaan Nasionalis, siap memberikan kader terbaiknya bagi bangsa. “Ketika Republik memanggil Bumiputera menjawab,” ujarnya.

Komitmen Pembayaran Klaim dan Pengakuan Masyarakat

Pada thun 2018 saja, Bumiputera pada telah membayarkan klaim kepada Pemegang Polis dengan total sekitar Rp. 3,9 Triliun. Dan di tahun 2019 sampai dengan September 2019 total sekitar Rp 2,1 triliun.

“Selanjutnya tetap berkomitmen menyelesaikan klaim kepada Pemegang Polis,” terang Rizky.

Dengan 4 Juta Orang Pemegang Polis yang tersebar di seluruh Indonesia, maka Bumiputera merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional yang terbesar dan terus hadir di tengah persaingan dengan perusahaan swasta, BUMN dan swasta asing lainnya selama 107 tahun.

Sepanjang 25 tahun atau seperempat abad kebelakang, Bumiputera telah membayarkan klaim sebesar Rp 76, 5 triliun kepada pemegang polis. Bumiputra telah menghimpun premi sebesar Rp 89 triliun.

Sepanjang beroperasi lebih dari 1 abad di Negeri ini, Bumiputera telah mendapatkan puluhan penghargaan bergengsi dari berbagai pihak, seperti  Top Brand Award (Kategori Life Insurance) lebih dari 10 tahun, Top Agent Award (TAA) dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) setiap tahunnya, Superbrand (Kategori Insurance), Indonesia Insurance Consumer Choice Award, Indonesia Digital Popular Brand Award, Unit Link Award dan lain-lain.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*