Meski Masih Didera Pandemi Virus Corona, Tanggal 1 Mei Buruh Tetap Gelar Peringatan May Day

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal: Meski Masih Didera Pandemi Virus Corona, Tanggal 1 Mei Buruh Tetap Gelar Peringatan May Day.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal: Meski Masih Didera Pandemi Virus Corona, Tanggal 1 Mei Buruh Tetap Gelar Peringatan May Day.

Buruh tetap menggelar Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang terjadi pada setiap tanggal 1 Mei.

Demikian juga untuk Jumat 1 Mei 2020, Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) yang terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) akan memperingati May Day dalam bentuk bakti sosial dengan memberikan baju Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis lengkap, ke rumah sakit dan klinik.

Penyerahan APD ini akan dilakukan pada tanggal 1 Mei 2020. Diantaranya di Rumah Sakit di Tangerang, Banten, yang akan dipimpin oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, di Rumah Sakit di Bekasi, yang akan dipimpin oleh Presiden KSPI Said Iqbal. Dan di Rumah Sakit di Jakarta, yang akan dipimpin oleh Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban.

Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan, selain melakukan bakti sosial,  KSPI juga akan melakukan aksi virtual kampanye di media sosial untuk menyuarakan tiga isu May Day.

Ketiga isu tersebut adalah, tolak Omnibus Law, Stop Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan liburkan buruh dengan upah dan Tunjangan Hari Raya (THR) full 100%.

“KSPI juga akan melakukan pemasangan spanduk di perusahaan dan tempat-tempat strategis terkait dengan tiga isu itu. Termasuk seruan dan ajakan agar masyarakat bersama-sama memerangi Covid-19,”  tutur Said Iqbal, Kamis (30/04/2020).

Selain itu, buruh juga akan melakukan kegiatan yang diberi nama penggalangan dana buruh for solidaritas pangan dan kesehatan. Di beberapa daerah, tambah Said Iqbal, juga akan dibuka lumbung pangan, dengan mengumpulkan dan menyediakan bahan makanan untuk masyarakat sekitar.

Meskipun mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang menunda pembahasan klaster ketetanagakerjaan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, dalam peringatan May Day ini KSPI tetap menyuarakan penolakan OmnibusLaw.

“Langkah berikutnya, kami meoihon Presiden men-drop klaster ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja,” tegasnya.

Setelah itu, kemudian dibuat draft baru klaster ketenagakerjaan yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Yaitu dengan membentuk Tim Perumus draft baru klaster ketenagakerjaan terdiri dari serikat pekerja, organisasi pengusaha, pemerintah dalam bentuk Keppres.

Buruh juga menyuarakan agar tidak ada PHK di massa pandemi Corona ini. Untuk itu, KSPI mendesak agar pemerintah melakukan langkah sungguh-sungguh untuk mencegah PHK.

“Perusahaan yang melakukan PHK harus diaudit oleh akuntan publik. Untuk melihat apakah benar-benar rugi atau menjadikan alasan pandemi untuk memecat buruh,” kata Said Iqbal.

Sampai saat ini, buruh masih tetap bekerja. Akibatnya, sudah banyak pekerja yang diduga terpapar Corona dan meninggal dunia. Misalnya di PT Pemi, yakni pabrik komponen otomotif di Tangerang, PT Denso  yakni pabrik AC di Bekasi, PT Yahama Music di Jakarta, hingga Pabrik Rokok Sampoerna di Surabaya.

“Padahal kesemua daerah tersebut sudah ditetapkan dalam status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),tapi mayoritas pabrik belum meliburkan buruhnya,” ujar Said Iqbal.

Oleh karena itu, KSPI mendesak agar perusahaan segera meliburkan buruh dengan tetap membayar upah dan THR penuh. Hal itu dimaksudkan  agar daya beli buruh dan masyarakat tetap terjaga.

“THR jangan dibayar dengan cara mencicil. Hal ini  juga dilakukan untuk memastikan agar buruh tidak terpapar virus corona,” tegas Iqbal.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan