Meski Ada Cara dan Perbedaan Yang Tajam di Seleksi, KPK Tetap Harus Didukung

Ketua Umum Advokat Indonesia Maju (AIM) Sandi Ebenezer Situngkir

Meski Ada Cara dan Perbedaan Yang Tajam di Seleksi, KPK Tetap Harus Didukung.
Meski Ada Cara dan Perbedaan Yang Tajam di Seleksi, KPK Tetap Harus Didukung.

KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi yang masih dipercaya masyarakat Indonesia harus terus didukung.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (LBH GAMKI) Jakarta Sandi Ebeneser Situngkir menyampaikan, dukungan terhadap lembaga antirasuah itu tidak boleh terpecah belah.

Menurut Ketua Umum Advokat Indonesia Maju (AIM) ini, dukungan dari gerakan masyarakat, gerakan mahasiswa, gerakan lembaga-lembaga dan setiap pegiat anti korupsi harus dimaksimalkan.

“Kita tidak mau KPK itu jadi lemah. Pemberantasan korupsi tidak boleh surut di Indonesia. Mari, semua saudara-saudara dari semua gerakan, mahasiswa, pemuda, ormas, lembaga-lembaga, dan unsur-unsur masyarakat anti korupsi, bersatu padu untuk menghantarkan KPK memperoleh komisionernya yang bersih, tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan busuk,” tutur Sandi Ebenezer Situngkir, di Jakarta, Senin, 02 Spetember 2019.

Menurut mantan Majelis Pertimbangan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jakarta ini, adanya riak-riak bahkan protes keras yang dilancarkan oleh internal pegawai KPK kepada Pansel Capim KPK, patut diapresiasi. Juga patut dipertimbangkan, sebagai sesuatu yang riil mereka alami di dalam.

Demikian juga, pihak-pihak pendukung para Capim dan pendukung Pansel KPK, hendaknya tidak melihat gerakan internal pegawai KPK itu sebagai sebuah ancaman.

“Seharusnya itu semua sebagai bagian dari analisis, juga sebagai pertimbangan untuk mencari para komisioner yang akan menjadi pimpinan KPK yang benar-benar bersih dan berani memberantas korupsi di Indonesia. Jangan malah dipertentangkan dan dijadikan sebagai ajang saling serang menyerang,” tutur Sandi Ebenezer Situngkir.

Lebih lanjut, mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini, juga mengajak organisasinya, dan saudara-saudaranya Kelompok Cipayung, lembaga-lembaga yang konsern dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, para pakar hukum, pers, politisi, bahkan setiap unsur masyarakat Indonesia yang mencintai pemberantasan korupsi untuk menggalang kekuatan mendukung KPK yang sesungguhnya.

“Jangan sampai riak-riak yang terlihat saat ini bagai saling bertentangan antara pendukung internal KPK dengan pendukung Pansel dan para pendukung capim malah melebar kemana-mana. Saling lapor yang tidak penting atau saling membusukkan, yang akhirnya para koruptor itu sendiri yang akan kegirangan dan tertawa terbahak-bahak akan situasi ini,” bebernya.

Sandi Ebeneser Situngkir juga berharap, Presiden Jokowi dan DPR nantinya bisa melakukan penelaahan serius terhadap para calon yang sudah dilempar oleh pansel ke lembaga eksekutif dan legislatif itu.

“Kiranya Presiden Jokowi dan DPR nanti bisa melihat dan menguji setiap calon yang benar-benar bersih, untuk jadi Pimpinan KPK yang baru. Jangan pula malah terjadi transaksi dalam proses penentuan pimpinan KPK yang baru ini,” tandasnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan