Merebak Isu SARA di Lingkungan Pasar Senen

Merebak Isu SARA di Lingkungan Pasar Senen.

Pengacara Rakyat Charles Hutahaean menyampaikan, para pedagang resah, karena ada pihak-pihak yang diduga kaki tangan Perumda Pasar Jaya menyebarkan keresehan dan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Selain lobi-lobi illegal, para pedagang makin resah dengan beredarnya pesan berantai di lingkungan Pasar Senen yang menyebut bahwa orang-orang Cina sedang menguasai Pasar Senen.

“SMS dan WA sudah menyebar di lingkungan Pasar Senen. Para pedagang kian resah. Kok malah kian jelek sepak terjang pihak penyebar SMS atau pesan berantai itu,” ujar Charles , Rabu (06/03/2019).

Dia mengatakan, tindakan-tindakan tidak bertanggungjawab itu harus diusut, sebab akan menimbulkan perpecahan dan potensi konflik di masyarakat. “Malah menebar isu SARA dan mendiskreditkan pedagang yang memperjuangkan haknya. Itu kan cara-cara kotor dan melanggar hukum. Semakin ketahuan bahwa mereka itu bobrok dan salah, namun tidak mau bertanggung jawab. Mau nutupin kesalahan dan pelanggaran dengan menebar isu dan informasi hoax. Jahat sekali,” ujar Charles.

Hendra Iskandar, salah seorang Pedagang Lama di Blok 3 Pasar Senen, mengaku sudah memenuhi semua kesepakatan yang diteken bersama di depan Notaris, seperti para pedagang lama lainnya. Namun, dirinya tidak pernah memperoleh haknya hingga kini.

“Saya mendatangi pengelola PD Pasar Jaya, entah alasan apa saya tidak digubris. Saya sudah mendatangi kantor Bidang Ekonomi Provinsi DKI Jakarta, juga tidak ada penyelesaian. Bahkan, kami sudah bersurat ke Gubernur DKI Jakarta, Bapak Anies Baswedan, belum ada tanggapan. Mungkin surat kami dibuang oleh stafnya di tong sampah,” tutur Hendra Iskandar.

Menurut Hendra, ratusan pedagang lama Blok 3 Pasar Senen seperti dirinya, ditekan dan dikondisikan agar tidak menuntut hak-hak mereka. Bahkan, ada juga yang sampai ditakut-takuti oleh oknum petugas supaya tidak menggugat.

“Dikarenakan tidak ada jawaban, waktu itu saya sudah tiga kali mengirimkan somasi ke pihak PD Pasar Jaya. Tidak ada jawaban sampai sekarang. Bahkan, waktu itu, Gubernurnya masih Pak Djarot, kami datangi, kami di-over ke Biro Ekonomi. Dan waktu itu, ada tertulis respon pihak Bidang Ekonomi ke kami, suratnya ditujukan ke Dirut PD Pasar Jaya, agar persoalan ini segera dijawab dan diselesaikan. Nyatanya, sampai sekarang enggak ada,” beberanya.

Dia pun mengambil langkah hukum dengan melakukan gugatan lewat Kuasa Hukum, agar persoalan ini diselesaikan. “Dirut PD Pasar Jaya harusnya menyelesaikan ini,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, sejumlah dugaan korupsi dan penyelewengan kesepakatan telah dilakukan oknum-oknum PD Pasar Jaya. Karena itu, dia berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun tangan menindaktegas para oknum.

“Kami meminta hak kami dikembalikan ke kami. Kami mohon ke Pak Gubernur Anies agar juga memeriksa dan menindaktegas para oknum di PD Pasar Jaya, pengelola maupun pemasaran di Blok 3. Kami menduga kuat mereka korupsi dan melakukan permainan serta penyelewengan kesepakatan dengan kami para pedagang,” ujarHendra.

Pedagang Yang Punya Legalitas Akan Dipenuhi Haknya

Kepala Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Senen, Yamin Pane menyampaikan, Perumda Pasar Jaya menjalankan amanat sesuai ketentuan.

Jadi, setiap pedagang yang memiliki legalitas dan masih berlaku maka haknya akan dipenuhi.“Asalkan tidak dalam posisi legalitasnya sudah dibatalkan hak prioritasnya karena wanprestasi, atau melanggar ketentuan yang berlaku,” ujar Yamin.

Dia menampik adanya ratusan pedagang yang tidak diberikan haknya. “Kami telah mendata, tentu harus disertai bukti-bukti formil dan data-datanya,” ujarnya lagi.

Dia sendiri menolak disebut ada permainan dari oknum-oknum Perum Pasar Jaya berserta kaki tangannya dalam proses penempatan dan jual beli kios atau lapak di Pasar Senen.

“Kami sangat setuju dan mendukung apa yang disampaikan manajemen, dan kami pun akan menindak apabila ada petugas atau oknum yang melakukan hal-hal yang di luar koridor, sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.(JR)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*