Menolak Disebut Mangkir, Politisi Golkar Melchias Mekeng Ngaku Tetap Dukung Pemberantasan Korupsi, Bahkan Telah Berperan Membantu Pengusutan Korupsi PLTU Riau

Menolak Disebut Mangkir, Politisi Golkar Melchias Mekeng Ngaku Tetap Dukung Pemberantasan Korupsi, Bahkan Telah Berperan Membantu Pengusutan Korupsi PLTU Riau.
Menolak Disebut Mangkir, Politisi Golkar Melchias Mekeng Ngaku Tetap Dukung Pemberantasan Korupsi, Bahkan Telah Berperan Membantu Pengusutan Korupsi PLTU Riau.

Politisi Partai Golkar Mechias Markus Mekeng mengaku tidak akan pernah mangkir dari pemanggilan. Dia mengatakan, dirinya akan tetap konsisten mendukung pemberantasan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Buktinya, menurut Kuasa Hukum Melchias Markus Mekeng, Petrus Selestinus, atas kesaksian Mekeng di persidangan, KPK akhirnya berhasil menjerat masing Johanes Budisutrisno Kotjo  sebagai Pemberi Suap. Juga menjerat Idrus Mahram dan Eni Maulani Saragih sebagai Penerina Suap, dalam kasus korupsik Proyek PLTU 1 Riau.

“Berkat kesaksian Melchias M Mekeng dan kawan-kawannya itu, maka KPK bisa menjerat Johanes Budisutrisno Kotjo dan kawan-kawannya. Divonis bersalah dan menjalani hukuman penjara. Inilah peran Saksi yang harus diapresiasi,” tutur Petrus Selestinus, di Jakarta, Kamis (07/11/2019).

Petrus menerangkan, proses penyidikan dan penuntutan kasus Suap Proyek PLTU Riau 1 oleh KPK telah berhasil menjerat 3  orang terdakwa yaitu Johanes Budisutrisno Kotjo, Eni Maulani Saragih dan Idrus Mahram.

“Mereka sebagai pihak yang berdasarkan bukti-bukti dan keyakinan Hakim telah bersalah dan divonis oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat,” ujar Petrus Selestinus.

Dalam kasus suap proyek PLTU Riau 1, posisi Melchias M Mekeng hanya sebagai Saksi untuk ketiga Tersangka, masing-masing Johanes Budisutrisno Kotjo  sebagai Pemberi Suap sedangkan Idrus Mahram dan Eni Maulani Saragih adalah Penerina Suap.

Meskipun demikian, lanjut Petrus, akhir-akhir ini beberapa pihak masih saja membuat pernyataan yang menyesatkan. Bahkan bersifat memfitnah melalui sejumlah media tentang ketidakhadiran Melchias M Mekeng. Terutama ketika dipanggil KPK sebagai Saksi untuk Tersangka Samin Tan pada tanggal 11, 16 dan 19 September 2019. Fitnah yang muncul yakni mangkir  karena dekat dengan kekuasaan. “Pernyataan seperti itu tidak benar dan untuk itu perlu diklarifikasi,” ujar Petrus.

Klarifikasi yang disampaikan Petrus Selestinus atas kliennya Melchias M Mekeng itu adalah, pertama, ketidakhadiran Melchias M Mekeng pada beberapa kali pemanggilan KPK tersebut karena yang bersangkutan sedang tidak berada di Indonesia.

“Sedang dalam Perjalanan Dinas Tugas Negara ke Swiss. Dan hal itu telah dinformasikan secara resmi kepada Penyidik KPK pada tanggal 10 September 2019,” jelas Petrus.

Kedua, terhadap pendapat yang menyatakan KPK tidak berdaya menghadapi Melchias M Mekeng, itu tidak benar.

“Perlu kami tegaskan bahwa KPK bekerja berdasarkan Hukum Acara dan fakta-fakta hukum, bukan berdasarkan kebutuhan orang perorang atau pihak ketiga yang berkepentingan dengan urusan politik,” jelas Petrus.

Ketiga, KPK bisa saja salah dalam mekanisme pemanggilan. Terutama pada saat seorang Saksi yang sedang menjalankan Tugas Negara di luar negeri, sebagaimana Saksi Melchias M Mekeng ketika dipanggil untuk pemeriksaan tanggal 11, 16 dan 19 September 2019 sedang berada di Swiss.

Keempat, pihak KPK terus menerus memanggil Melchias M Mekeng, meskipun sudah tahu Melchias M Mekeng sedang dalam Perjalanan Dinas Tugas Negara di luar negeri.

“Sehingga memberi kesan Melchias M Mekeng mangkir dan menghindari pemanggilan, padahal tidak demikian,” ujar Petrus Selestinus.

Dia mengingatkan, Undang-Undang  KPK mewajibkan KPK memberikan perlindungan terhadap Saksi. Termasuk perlindungan terhadap keamanan dan kenyamanan Saksi.

“Karena fungsi Saksi adalah membantu Penyidik membuat terang suatu peristiwa pidana. Karenanya saksi wajib dilindungi, bukan diintimidasi. Dan ketidakhadirannya bukan untuk diekspose seperti itu ke media. Sebab itu adalah cara berlebihan, dan itu melanggar Hukum dan HAM,” ujar Petrus Selestinus.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan