Meninggal Saat Menjalankan Tugas, Jaksa Agung Akan Naikkan Pangkat Jaksa Korban Lion Air JT610

Meninggal Saat Menjalankan Tugas, Jaksa Agung Akan Naikkan Pangkat Jaksa Korban Lion Air JT610.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan pihaknya akan membahas kenaikan pangkat satu tingkat kepada 4 jaksa korban musibah jatuhnya pesawat Lion  Air JT610 di Pantai Pakis, Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/102019) lalu.

“Kita akan pertimbangkan untuk diberikan kenaikan pangkat anumerta. Mereka semua jaksa-jaksa muda yang berprestasi, penuh dedikasi, punya loyalitas dan integritas tinggi yang patut dihargai,” kata Prasetyo, di Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Jumat (02/11/2018).

Menurutnya, kenaikan pangkat itu akan dibahas bersama dengan para Jaksa Agung Muda (JAM) dan pimpinan lainnya. Alasan kenaikan pangkat, lantaran jaksa yang menjadi korban Lion Air itu hendak menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. “Karena mereka berangkat ke sana dalam rangka menuju ke tempat tugas,” ujarnya.

Adapun 4 orang korban dari kejaksaan itu adalah, Jaksa Andri Wiranofa bersama istrinya Nia Sugiono, Jaksa Dody Junaedi, Jaksa Shandy Johan Ramadhan, serta Staf TU Sastiarta.

Sebelumnya, sebagai sesama anggota Korps Adhiyaksa, Jaksa Agung HM Prasetyo dan para pimpinan Kejagung mendatangi rumah korban satu per satu. Prasetyo mengaku merasa miris, lantaran anak-anak korban masih kecil-kecil dari masih yang ada di dalam kandungan, balita hingga usia 12 tahun.

“Saya kunjungi satu persatu keluarga mereka, baik keluarganya Andri Wiranofa, keluarganya Dodi Junaedi, kelurganya Sendi. Hanya yang di Pangkal Pinang saya belum ke sana. Tentunya menyampaikan rasa duka kita, rasa sedih kita, rasa empati kita,” katanya.

Menurutnya, saat ini yang harus dipikirkan yakni anak-anak yang ditinggalkan. Sehingga, para pimpinan atas dasar spontanitas memberikan bantuan kepada keluarga korban.

“Saya, dan teman-teman lain, Wakil Jaksa Agung dan Para Jaksa Agung Muda itu memberikan kepada mereka Tabanas, masing-masing 100 juta untuk keenam anak-anak korban. 5 anak-anak kecil dan satu yang masih dalam kandungan,” ujarnya.

Dengan bantuan dari pimpinan itu, kata dia, minimal dapat memberikan sedikit manfaat kepada mereka, setidaknya untuk membantu sekolah mereka nanti.

“Saya juga sampaikan kepada keluarganya kalau ada hal-hal yang memerlukan bantuan dari kita tentunya jangan segan-segan untuk menyampaikan, menjadi tanggung jawab kita semua masa depan mereka,” ujarnya.(Richard)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan