Mengaku Masih Kumpulkan Data, BPJS Kesehatan Tangerang Tunggu Pendaftaran PT Long Teng Iron & Steel

Sebanyak 600-an karyawan PT Long Teng Iron & Steel belum daftar BPJS. Katanya masih mengumpulkan data. Sampai kapan?

Keseriusan Manajemen PT Long Teng Iron & Steel untuk segera mendaftarkan sekitar 600-an buruhnya sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih dipertanyakan.

 

Soalnya, untuk kesekian kalinya, pihak perusahaan yang bergerak dalam pengolahan logam itu masih berjanji akan melengkapi data-data karyawannya agar bisa difatarkan ke BPJS.

 

Meski begitu, BPJS Kesehatan Tangerang masih memberikan waktu agar data-data karyawan yang dimaksud segera dilengkapi oleh perusahaan.

 

Kepala Unit Hukum BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa, Tangerang, Savitri mengatakan, tidak bisa memastikan kapan perusahaan akan menyerahkan data-data para karyawan PT Long Teng Iron and Steel. Menurur Savitri, pihaknya hanya diinformasikan oleh manajemen perusahaan itu bahwa sedang berlangsung pengumpulan data-data karyawan agar bias didadat dan didaftarkan ke BPJS.

 

Oleh karena itu, menurut Savitri, BPJS Kesehatan akan menunggu realisasi janji PT Long Teng Iron & Steel itu.

 

“Perusahaan sudah komit, mereka berjanji untuk mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS. Sekarang HRD-nya sedang mengumpulkan data-data karyawannya,” kata Savitri saat dihubungi, Rabu (22/03/2017).

 

Sementara itu, salah satu Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI), Buyung mengatakan hal yang sama. Manajemen perusahaan PT long Teng Iron and Steel meminta agar data diri setiap karyawan untuk dikumpulkan.

 

Menurut Buyung, dari Informasi yang ia dapatkan, pendaftaran karyawan PT Long Teng Iron and Steel akan dilakukan secara bertahap. Batas waktu yang diberikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa kepada perusahaan tersebut sampai bulan Juni 2017.

 

“ Manajemen mengumunan kepada karyawan untuk mengumpulkan foto copy KTP dan Kartu Keluarga. Info dari BPJS Kesehatan, Manajemen akan mendaftarkan para pekerjanya secara bertahap. Bertahapnya dimulai dari 1 April dan tidak lebih dari tiga bulan harus sudah didaftarkan semua pekerjanya,” ucap Buyung.

 

Buyung menambahkan, persyaratan yang diminta oleh manajemen saat ini mereka titipkan kepada satpam dan disimpan di pos satpam. Menurutnya, HRD perusahaan sejak tanggal 17 Maret 2017 belum masuk kerja hingga saat ini sehingga data-data mereka dititipkan dan disimpan di pos itu.

 

“ Ya kita titipkan data-data beserta suratnya ke pos satpam karena HRD-nya tidak ada. Mudah-mudahan aman, soalnya tidak ada tempat penitipan yang lain,” pungkasnya.(Nando)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*