Masyarakatnya Terdiri Dari 5 Sub Suku, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu: Kabupaten Dairi Tetap Solid Dalam Keberagaman, Jangan Pernah Mau Dipecah Belah

Masyarakatnya Terdiri Dari 5 Sub Suku, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu: Kabupaten Dairi Tetap Solid Dalam Keberagaman, Jangan Pernah Mau Dipecah Belah. Hal itu ditegaskan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu saat menghadiri Perayaan Natal Masyarakat Rantau Dairi Sejabodetabek 2019, di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta Pusat, Minggu (01/12/2019).
Masyarakatnya Terdiri Dari 5 Sub Suku, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu: Kabupaten Dairi Tetap Solid Dalam Keberagaman, Jangan Pernah Mau Dipecah Belah. Hal itu ditegaskan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu saat menghadiri Perayaan Natal Masyarakat Rantau Dairi Sejabodetabek 2019, di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta Pusat, Minggu (01/12/2019).

Masyarakat yang hidup secara turun temurun dan mendiami wilayah Dairi, Sumatera Utara, terdiri dari beragama suku Batak. Paling tidak ada 5 sub suku Batak yang hidup bersaudara dan saling berdampingan di Dairi, yakni Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo dan Batak Mandiling.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menegaskan, kehidupan bersama sebagai sesame Orang Batak di Dairi harus terus dirawat dan dipelihara dengan baik. Meski, terkadang muncul gesekan atau pengaruh yang tidak baik kepada kehidupan masyarakat, namun warga Dairi di Tanah Kelahirannya dan di perantauan harus tetap menjaga dan mempererat persaudaraan dengan sesama Orang Batak juga.

Hal itu ditegaskan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu saat menghadiri Perayaan Natal Masyarakat Rantau Dairi Sejabodetabek 2019, di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta Pusat, Minggu (01/12/2019).

Eddy Keleng mengatakan, masyarakat di Kabupaten Dairi sangat menjaga keberagaman dan tetap merawat perdamaian. “Perbedaan suku dan agama di Kabupaten Dairi tidak jadi perbedaan antara satu dengan yang lain,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Masyarakat Dairi terkenal kuat ikatan solidaritas dan persaudaraannya dalan keberagaman. Berbagai macam suku yang ada di Kabupaten Dairi, diantaranya Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo. Selain itu, setiap suku memiliki sistem kekerabatan atau kekeluargaan dan adat istiadat tersendiri.

“Kita Masyarakat Dairi terkenal kuat dalam keberagaman. Kita semua bersaudara. Kita lima suku tetapi pasti ada hubungan saudara. Kita sudah kuat sekali dengan hubungan saudaranya,” tegas Eddy.

Menurutnya, Kabupaten Dairi termasuk daerah yang lebih beragam dibandingkan dengan kabupaten yang ada di Indonesia. Namun tetap saling menjaga kerukunan satu sama lain.

Bahkan, Eddy melanjutkan, Kabupaten Dairi menjadi tempat belindung bagi bagi orang-orang Aceh yang sedang membutuhkan pertolongan.

“Oleh karena itu, walaupun kita relatif lebih heterogen dibandingkan kabupaten yang lain, tetapi kita cukup kuat menjaga harmoni itu. Kita menjadi bumper untuk saudara-saudara kita di Aceh apabila terjadi sesuatu, apabila mereka harus keluar dari tanah mereka di Aceh untuk sementara, itu menjadi sahabat-sahabat dan saudara-saudara kita,” tuturnya.

Selain itu, Pemerintah bersama TNI-Polri  juga ikut hadir dalam menjaga kerukunan Masyarakat Dairi.

“Oleh karena itu, kita juga bersyukur TNI kita selalu ada untuk masyarakat. Kepolisian kita selalu ada di masyarakat, untuk menjaga keutuhan komitmen terhadap Negara Republik Indonesia,” ujar Eddy.(Nando)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*