Mantap, Tiga Kubu Peradi Kini Bersatu

Mantap, Tiga Kubu Peradi Kini Bersatu. Foto: Pertemuan Pimpinan 3 Kubu Peradi bersama Menkopolhukam Mahfud MD dan Menkumham Yasonna H Laoly, di Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2020). (Istimewa).
Mantap, Tiga Kubu Peradi Kini Bersatu. Foto: Pertemuan Pimpinan 3 Kubu Peradi bersama Menkopolhukam Mahfud MD dan Menkumham Yasonna H Laoly, di Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2020). (Istimewa).

Konflik di tubuh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang bertahun-tahun menimbulkan perpecahan, kini perlahan menyatu.

Tiga kubu Peradi kini memulai rekonsiliasi dengan difasilitasi oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopohukam) Mahfud MD bersama Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly.

Sekjen Peradi Sugeng Teguh Santoso mensyukuri adanya niat baik ketiga kubu Peradi, yakni Peradi yang dimpimpin Luhut MP Pangaribuan, Peradi yang dipimpin Juniver Girsang dan Peradi yang dipimpin Fauzi Hasibuan bersama Otto Hasibuan, untuk mengakhiri pecahnya lembaga advokat Peradi.

“Ini adalah awal dimulainya upaya Peradi bersatu kembali dengan difasilitasi Menkopolhukam Mahfud MD dan Menkumham Yasona Laoly,” tutur Sugeng Teguh Santoso, Rabu (26/02/2020).

Dari pertemuan itu, lanjutnya, telah dibetuk sebuah Tim yakni Tim 9, yang akan bertugas untuk mempersiapkan Musyawarah Nasional Bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (Munas Bersama Peradi) dalam waktu 3 bulan ke depan.

“Saya salah seorang yang ditunjuk juga sebagai anggota Tim 9,” ujar Sugeng.

Sugeng Teguh Santoso mengatakan, dalam pertemuan tiga Pimpinan Peradi dengan Menkopolhukam Mahfud MD dan Menkumham Yasona Laoly,  Menkopolhukam menyatakan bahwa suara Peradi sangat diperlukan untuk memberikan pandangan hukum atas isu-isu hukum nasional, sebagaimana dilakukan oleh tokoh-tokoh hukum terdahulu.

“Bagi saya ini adalah momentum kedua dalam proses penyatuan organisasi advokat. Setelah yang pertama pada Desember 2004 menyatukan 8 organisasi menjadi Peradi. Dan kedua, saat ini dalam proses menyatukan kembali 3 Peradi yang sekarang,” tutur Sugeng.

Pembentukan Tim 9 itu, dilanjutkan Sugeng, dilakukan sendiri oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

“Menkopolhukam sendiri yang menulis dengan tulisan tangan beliau,  9 anggota tim yang harus mempersiapkan Munas Peradi Bersama,” ungkap Sugeng.

Sugeng menceritakan, kesepakatan awal bersatunya 3 Peradi ini difasilitasi oleh Menkopolhukam Mahfud MD dan Menkumham Yasona Laoly saat bertemu di Penang Bistro, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

“Pak Menkopolhukam sendiri yang menulis dengan tulisan tangan 9 nama yang akan mempersiapkan Munas Peradi Bersama dalam waktu 3 bulan. Saya salah satu anggota Tim 9. Penyatuan Peradi ini sangat penting. Agar potensi Peradi yang besar bisa diarahkan untuk kepentingan penegakan hukum dengan independen,” ujarnya.

Sugeng juga menyampaikan, pertemuan itu menyepakati bahwa persatuan Peradi ini diharapkan dapat menghentikan arus produksi advokat yang tidak memenuhi standar profesi saat ini.

“Bagi saya ini adalah tugas sejarah advokat ke dua dalam upaya persatuan organisasi advokat . Yang pertama pada 21 Desember 2014 saat bergabungnya 8 organissi advokat menjadi Peradi. Dan kedua, saat ini proses menggabungkan 3 Peradi,” tutup Sugeng Teguh Santoso.

Lima tahun berpisah jalan, tiga pimpinan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) sepakat untuk bersatu kembali. Siap menjadikan Peradi ke depan menjadi organisasi dan wadah bagi para advokat lebih baik lagi.

Ketiga pimpinan Peradi, yakni Juniver Girsang, Luhut Pangaribuan, dan Fauzi Hasibuan duduk satu meja, Selasa (26/2/2020) malam. Di akhir pertemuan mereka menandatangani surat pernyataan untuk bersatu kembali dalam satu wadah organisasi.

Pertemuan dan juga kesepakatan yang dibuat ketiga pimpinan Peradi untuk menyudahi perbedaan tak lepas dari sosok Menkopolhukam Mahfud MD. Pertemuan yang juga dihadiri Menkum HAM Yasonna H Laoly itu memang digagas Mahfud.

“Negara atau pemerintah merasa rugi apabila organisasi advokat yang terbesar ini terpecah, sehingga pemerintah kekurangan partner untuk menyelesaikan masalah-masalah hukum. Pun dunia peradilan akan lebih tertib bila Peradi bersatu kembali, sehingga bisa menghasilkan pengacara-pengacara yang andal,” ujar Mahfud MD dalam pertemuan.

Menkumham Yasonna H Laoly menyampaikan, pertemuan itu adalah prakarsa dari Menkopolhukam Mahfud MD.

“Atas prakarsa Pak Menko Polhukam, kita mencoba merajut perdamaian diantara tiga organisasi Peradi yang selama lima tahun berjalan sendiri-sendiri. Sangat senang karena ketiga pimpinan organisasi ini menyatakan kesediaannya untuk bersatu kembali agar Peradi jaya,” Menkumham Yasonna Laoly.

Setiap organisasi diwakili oleh dua orang yang salah satunya adalah ketua masing-masing hadir dalam pertemuan itu. Di akhir pertemuan, ketiga pimpinan Peradi yang berbeda ini menandatangani surat pernyataan untuk bersatu kembali dalam satu wadah perhimpunan.

Juniver Girsang menyampaikan, persatuan Peradi kembali juga sebagai kerinduan dirinya.

“Kami berterima kasih kepada Pak Mahfud dam Pak Laoly yang telah mengumpulkan kami untuk kembali bersatu dan menjadi satu,” ujar Juniver Girsang.

Sedangkan Luhut MP Pangaribuan berharap, penyatuan ini menjadi semakin baik demi Nusa dan Bangsa.

“Ini demi nusa dan bangsa, kita dipertemukan oleh pak Menko Polhukam dan pak Menkumham, malam ini kami bertanda tangan dan berharap akan terwujud dengan baik,” ujar Luhut MP Pangaribuan.

Fauzi Yusuf Hasibuan pun berharap, ke depan Peradi akan semakin maju dengan persatuan ketiganya.

“Malam ini dirajut sebuah kebaikan dan itikad baik bersama untuk menyambut hari esok agar Peradi bersatu dan makin maju,” ungkap Fauzi Yusuf Hasibuan, yang datang bersama Otto Hasibuan.

Proses penyatuan kembali ketiga organisasi ini dimulai dengan rintisan musyawarah nasional bersama yang akan disusun dan dipersiapkan secara adil. Mereka bersepakat untuk membentuk tim bersama untuk merumuskan langkah lebih lanjut yang anggotanya terdiri dari 9 orang. Tim akan bekerja paling lama tiga bulan sejak kesepakatan ditandatangani.

Berikut bunyi surat pernyataan yang telah ditandatangani:

Hari ini Selasa, tanggal 25 Februari 2020, dengan difasilitasi dan disaksikan oleh Menko Polhukam Moh. Mahfud MD dan Menkumham Yasonna H. Laoly, kami dari tiga organisasi PERADI yang selama ini terpecah, menyadari bahwa kami perlu bersatu kembali untuk mewujudkan kejayaan advokat Indonesia.

Atas dasar itu, kami menyatakan kesediaan untuk bersatu dan berhimpun kembali dalam satu wadah organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), sesuai dengan Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku.

Proses penyatuan akan dimulai dengan rintisan Musyawarah Nasional (Munas) bersama yang akan disusun dan dipersiapkan secara adil.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*