Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara Buron, Jaksa Tangkap Koruptor APBD Senilai Rp 2,9 Miliar

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara Buron, Jaksa Tangkap Koruptor APBD Senilai Rp 2,9 Miliar.

Program Tangkap Buronan (Tabur) 311 yang digelar Kejaksaan RI kembali membuahkan hasil. Kali ini, jajaran intelijen dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) yang tergabung dalam Tim Tabur 311 berhasil mengamankan buronan koruptor APBD Kabupaten Kukar senilai Rp 2,9 miliar.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, buronan bernama Mus Mulyadi bin H Jamhari adalah mantan Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara periode 2009-2014.

“Ia ditangkap Tim Tabur 311 Kejaksaan RI pada Jumat (22/03/2019) sekitar pukul 09.15 Wib di salah satu perumahan di Samarinda, Kalimantan Timur,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/03/2019).

Mus Mulyadi bin Jamhari telah menggunakan biaya atas beban APBD Kabupaten Kutai Kartanegara pada Pos Biaya Perjalanan Dinas Khusus dan pada Pos Biaya Penunjang Kegiatan/Operasional yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 2,9 miliar lebih.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 931 K/Pid.Sus/2012 tanggal 24 Juli 2013, Mus Mulyadi dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi dan dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Mukri juga mengatakan, sehari sebelumnya yakni pada Kamis malam (21/03/2019) sekitar pukul 20.40 WIB jajaran intelijen gabungan dari Kejaksaan Agung, Kejati Jatim dan Kejari Bandung berhasil meringkus tersangka pengemplang uang Bulog Sub Divre Surabaya Selatan yang bersembunyi di rumah orangtuanya di Bandung.

“Tersangka SHP ditangkap di rumah orangtuanya di Jalan Gedebage Selatan, Kampung Bojong Manjak, Kelurahan Cisarten Kidul, Bandun, Jawa Barat,” tambahnya.

Tersangka SHP melakukan perbuatan tidak menyetorkan uang hasil penjualan kepada Rumah Pangan Kita (RPK) senilai Rp1,7 miliar ke rekening Bulog.

“Sebaliknya tersangka yang menjabat Kasi Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum Bulog Sub Divre Surabaya Selatan di Mojokerto malah mentransfer uang tersebut ke rekening pribadi,” ujar Mukri.

Selain menjadi buronan Kejati Jatim, tersangka SHP juga dilaporkan ke Polda Jatim oleh beberapa BUMD seperti Puspa Agro dan pihak lain yang merasa ditipu senilai Rp 13 miliar.

Dengan penangkapan kedua buronan itu, lanjut Mukri, berarti program Tabur 311 Kejaksaan sampai pekan terakhir di bulan Maret 2019 ini telah berhasil menangkap sebanyak 36 buronan, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana.

“Program Tabur 311 yang digelar Kejaksaan RI sejak tahun lalu merupakan program yang menargetkan masing-masing Kejaksaan Tinggi (Kejati) minimal dapat menangkap 1 buronan untuk setiap bulannya,” tuturnya.

Kejaksaan Agung pun menghimbau agar para buronan yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana untuk menyerahkan diri, karena tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan.

“Buronan pelaku kejahatan akan kami kejar di manapun bersembunyi. Cepat atau lambat akan tertangkap oleh Tim Tabur 311 Kejaksaan yang tersebar di setiap pelosok di tanah air,” tutupnya.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan