Maju Pilkada Serentak 2020, Dua Anggota Keluarga Jokowi Akan Diusung Moncong Putih

PDIP Sebar Daftar Calon Kepala Daerah Moncong Putih Pilkada Serentak 2020

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F Silaen: PDIP Sebar Daftar Calon Kepala Daerah, Maju Pilkada Serentak 2020, Dua Anggota Keluarga Jokowi Akan Diusung Moncong Putih.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F Silaen: PDIP Sebar Daftar Calon Kepala Daerah, Maju Pilkada Serentak 2020, Dua Anggota Keluarga Jokowi Akan Diusung Moncong Putih.

Dua anggota keluarga Joko Widodo akan dipastikan menunggang partai berlogo moncong putih untuk ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan digelar  Tahun 2020 ini.

Kedua kerabat pria asal Solo, yang kini jadi Presiden Republik Indonesia itu adalah anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka yang direncanakan akan maju sebagai Calon Walikota Solo. Kemudian, Menantu Presiden Joko Widodo Bobby Nasution yang akan maju sebagai Calon Walikota Medan.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F Silaen menyampaikan, Indonesia akan menggelar 270 Pilkada serentak tahun 2020. Surat Keputusan (SK) penetapan untuk Kepala Daerah yang akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beredar di linimasa sosial media.

“Saya pribadi tak paham maksudnya hingga sengaja atau tidak sengaja disebarkan,”ujar Samuel F Silaen, Selasa (20/02/2020).

Sedikitnya 50 pasangan calon tersebar di 20 Provinsi se-Indonesia, masuk kloter pertama untuk ditetapkan sebagai pasangan calon kepala daerah oleh Partai Moncong Putih itu sejak Rabu (19/2/2020).

“Hal yang menarik adalah Kota Medan dan Kota Solo. Di dua daerah ini, kerabat Jokowi akan maju sebagai Calon Walikota di Pilkada Serentak 2020 mendatang. Di Medan ada Menantunya Jokowi, Bobby Nasution. Di Solo, ada anak sulung Presiden Joko Widodo, Girban Rakabuming Raka,”ujar Samuel F Silaen.

Dua kandidat itu menjadi perhatian publik, karena merupakan kerabat dan anggota keluarga Presiden Joko Widodo.

“Siapa yang tidak kenal? Pastilah tidak asing bagi mahluk politik indonesia saat ini,”ujar Silaen.

Silaen menyampaikan, memang kedua kandidat itu belum masuk dalam Surat Keputusan DPP PDIP. Informasinya akan dimasukkan di kloter kedua, dengan SK tersendiri.

“Dua kandidat untuk dua daerah itu sampai saat ini belum di SK DPP PDIP atau dipisah tersendiri, mungkin juga ada pertimbangan khusus soal dua nama kandidat itu. Saya pribadi tidak punya jawaban pasti soal mengapa DPP PDIP belum publikasi soal penetapan dua kandidat yang akan berlaga pilkada serentak 2020 ini,” ujar Silaen, aktivis kepemudaan itu.

Menurut Silaen, munculnya nama kedua orang anggota keluarga Jokowi itu, menimbulkan syakwasangka dan sejumlah analisis negatif. Hal ini harus disikapi oleh Istana dan juga kedua kandidat itu dengan bijak.

“Salah satu cara menyikapinya adalah dengan cara menunjukkan kerja-kerja politik ke basis. Membuat tawaran riil dan produktif bagi masyarakat,”ujarnya.

Terlepas dari apapun opini yang terbangun di masyarakat, katanya, setiap calon kepala daerah, termasuk Boby Nasution dan anak sulung Presiden Joko Widodo, Girban Rakabuming Raka, tidak boleh asal-asalan dalam melakukan kerja-kerja politik.

Tidak mungkin juga hanya mengandalkan kedekatan sebagai anggota keluarga Jokowi. Sebab itu akan berdampak negatif di masyarakat, apabila tidak diikuti dengan kerja-kerja politik teruji di grassroot.

“Sebab itu, saran saya ialah mereka harus membuktikan kerja- kerja politik di grassroot. Membuktikan mereka berdua mampu, bukan karena embel- embel tertentu yang diarahkan ke istana. Meski muda tapi mereka punya kualitas, kapabilitas yang tidak mudah di dunia yang sedang mereka geluti saat ini. Memang, muda tidaklah jadi halangan untuk mereka berdua agar berkontribusi membangun kota dimana mereka saat ini ingin mencalonkan diri,”tandasnya.

Sementara itu, anak sulung Presiden Joko Widodo, Girban Rakabuming Raka tak terlalu mempersoalkan pengumuman rekomendasi Calon Wali Kota Solo ditunda.

Girban Rakabuming Raka menanggapi santai kabar jika pengumuman itu tidak bersama dengan daerah lain pada hari ini, Rabu (19/2/2020).

Menanggapi rekomendasi PDIP tersebut, Gibran Rakabuming Raka tidak ambil pusing, pihaknya tetap menunggu informasi resmi dari DPP PDIP.

“Tunggu saja,” ujarnya. Sebelumnya,  Gibran menegaskan dirinya akan menerima apapun keputusan dari partai.

Pihaknya juga tidak akan pernah meninggalkan PDIP dan melompat ke partai lain.

Sambil menunggu rekomendasi kegiatan seperti blusukan akan terus dia lakukan untuk melakukan komunikasi dengan warga. “Blusukan terus saya lakukan mendengar aspirasi dari masyarakat,”ujar Girban.

Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, telah membulatkan tekad untuk terjun ke politik.

Diketahui, suami dari Kahiyang Ayu ini telah maju sebagai calon wali kota Medan, Sumatera Utara, pada Pilkada Serentak 2020.

Bobby Nsution  telah mengembalikan formulir pendaftaran ke DPD PDIP Sumatera Utara. Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris DPD PDIP Sumatera Utara, Soetarto. Bobby Nasution mengunjungi DPD PDIP Sumut pada Selasa 3 Desember 2019. Kehadirannya di kantor DPD PDIP Sumatera Utara disambut oleh sejumlah pengurus DPD lainnya.

“Mas Bobby Nasution telah kami terima mengembalikan formulir untuk menjadi calon walikota Medan,” ujar Soetarto.

Meski Bobby Nasution merupakan menantu orang nomor satu di Indonesia, Soetarto mengatakan jika suami Kahiyang Ayu tetap akan mengikuti mekanisme yang ada.

“Beliau juga sampaikan akan mengikuti mekanisme partai sebagaimana yang diatur oleh PDI Perjuangan,” kata Soetarto.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan