Breaking News

Majikan Cabuli Pembantu, Komnas Anti Kekerasan Perempuan Rekomendasikan Tersangka Segera Ditahan

Majikan Cabuli Pembantunya, Komnas Anti Kekerasan Perempuan Rekomendasikan Tersangka Segera Ditahan. Majikan Cabuli Pembantunya, Komnas Anti Kekerasan Perempuan Rekomendasikan Tersangka Segera Ditahan.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Perempuan (Komnas Anti Kekerasan Perempuan) merekomendasikan tersangka pelaku pencabulan kepada pembantu segera ditangkap dan ditahan.

Didampingi Penasehat Hukumnya, seorang perempuan berinisial SK (32 tahun) memhon kepada Kepolisian dan Kejaksaan, agar segera menindaklanjuti laporannya nomor LP/1740/VIII/2019/RJS tanggal 9 Agustus 2019 atas dugaan melanggar pasal 289 KUHP pencabulan.

“Kami sudah mengajukan permohonan perlindungan hukum terhadap korban yang saat ini masih terlihat ketakutan dan trauma atas kejadian yang menimpanya” ujar Penasehat Hukum SK, Bukit Pard Happy, Rabu (02/10/2019).

Menurut Bukit Pard Happy, kejadian tersebut berawal saat SK menjadi asisten rumah tangga keluarga JT di Jalan Manggis No. 88 Kelurahan. Ciganjur. Kecamatan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat itu JT berbuat di luar batas, dengan meraba-raba bagian vital korban. Bahkan bila tidak bersedia mengikuti keinginan JT, SK diancam akan memperkosa.

“Perbuatan tersebut tidak hanya dilakukan sekali, beruntung saat itu dua orang security HA dan VC mengetahui kejadian tersebut meski sempat terjadi pemukulan. Telah dilaporkan secara teripisah, bahkan anak JT juga sempat menegur korban agar kejadian tersebut jangan sampai diketahui oleh orang lain,” ungkap Bukit Pard Happy.

Happy menjelaskan, pihaknya sudah melakukan visum, yakni visum fisik maupun kejiwaan atas peristiwa tersebut. Bahkan berikirm surat kepada Komisi Nasional Anti Kekerasan Perempuan untuk memohon perlindungan.

“Meski terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun saat ini yang bersangkutan masih bebas berkeliaran. Hal ini yang membuat korban semakin ketakutan, bahkan diduga ada intimidasi melalui telepon sejak kasus ini terus bergulir” jelasnya

Lebih lanjut Happy mengatakan, Komnas Anti Kekerasan Perempuan merespon surat yang dikirim dengan membuat rekomendasi kepada Kepala Kepolisian Resort Jakarta Selatan atas kasus tersebut.

Salah satu poinnya dalan surat Komnas Anti Kekerasan Perempuan adalah menjadikan ancaman hukuman maksimal pasal 289 KUHP yang mengatur hukuman pidana penjara paling lama sembilan tahun bagi pelaku pidana pencabulan dengan kekerasan dan ancaman kekerasan serta pasal 44, 45 dan 46 UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT sebagai dasar laporan polisi nomor LP/1740/VIII/2019/RJS.

“Komnas Anti Kekeraasan Perempuan juga menyampaikan agar rekomendasi mereka segera dijalankan oleh pihak kepolisian dan kejaksaan. Agar mereka menjalankan kewenangannya melakukan penahanan terhadap pelaku JT dan segera menuntaskan dan melimpahkan penyidikan,” pungkas Happy.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*