Lewat Kajian Akademik, FH UNNES Dukung dan Sambut Positif RUU Kejaksaan

Lewat Kajian Akademik, FH UNNES Dukung dan Sambut Positif RUU Kejaksaan

- in NASIONAL
23
0

SEMARANG – Pusat Studi Adhyaksa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jawa Tengah, melakukan kajian akademik terhadap rancangan Revisi Undang-Undang (RUU) Kejaksaan.

Dari kajian akademik itu, hasilnya mendukung dan menyambut positif RUU Kejaksaan yang kini sedang digodok Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Ketua Tim Kajian, Dr Ali Masyhar Mursyid, mengatakan, yang menjadi poin kajian di antaranya soal kewenangan penyelidikan dan penyidikan, distribution of power kelembagaan, kedaulatan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri, imunitas jaksa dan perlindungan istimewa jaksa serta keluarga, termasuk pengawal kejaksaan.

Selain itu, soal rangkap jabatan, pemberhentian dengan tidak hormat, pemberhentian sementara, masa jabatan Jaksa Agung dan aturan peralihan (atper) yang berhubungan dengan administrasi peraturan perundang-undangan.

“Sesuai hasil kajian kami, ada banyak hal yang kami sepakati dalam RUU Kejaksaan ini,” kata Ali Masyhar Mursyid yang juga Ketua Pusat Studi Adhyaksa FH UNNES, belum lama ini.

Sedangkan Koordinator Divisi Kajian Kelembagaan Pusat Studi Adhyaksa, Dr Indah Sri Utari, menambahkan bahwa dilihat dalam pengalaman empiris, praktik penegakan hukum diberbagai negara terlihat berbeda, di mana proses penanganan perkara merupakan suatu kesatuan yang utuh.

“Ketika negara Indonesia telah meratifikasi UNCAC dan UNTAC, maka keberadaan UU Kejaksaan Nomor 16 tahun 2004 perlu adanya revisi atau sesuatu perubahan,” kata Indah Sri Utari.

Dekan Fakultas Hukum UNNES, Dr Rodiyah, selaku penanggung jawab Pusat Studi Adhyaksa, menyerahkan hasil kajian tersebut kepada Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof Fathur Rokhman, yang kemudian menyerahkannya kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Priyanto.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jawa Tengah, Emilwan Ridwan, membenarkan bahwa pihak Kejati Jawa Tengah sudah menerima hasil kajian Pusat Studi Adhyaksa FH UNNES terkait RUU Kejaksaan.

“Pak Kajati (Jateng) langsung menerimanya dari Rektor UNNES dalam sebuah acara di gedung utama Rektorat UNNES,” kata Emilwan Ridwan, ketika dihubungi wartawan, Minggu (27/09/2020).(Richard)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Penambahan Fungsi Penyidikan dalam RUU Kejaksaan Diapresiasi

Telah dibaca: 152 Jakarta – Direktur Eksekutif Pusat