Breaking News

LBH Dairi Turun Advokasi Warga Untuk Pengurusan Sertifikat Tanah

LBH Dairi Turun Advokasi Warga Untuk Pengurusan Sertifikat Tanah. LBH Dairi Turun Advokasi Warga Untuk Pengurusan Sertifikat Tanah.

Pemerintah diminta melakukan pengawasan ketat terhadap proses sertifikasi tanah warga di berbagai daerah. Soalnya, warga masih sangat kesulitan mendapatkan sertifikat tanahnya. Bisa bertahun-tahun diurus, tidak kunjung selesai.

Pendiri Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Dairi (LBH Dairi) Anggiat Gabe Maruli Tua Sinaga mengatakan, praktik percaloan juga masih marak. Kondisi itu menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mensertifikatkan tanahnya.

Seperti warga yang didampinginya, Gabe Maruli Sinaga mengatakan, warga mengeluhkan proses pengurusan sertifikat tanahnya yang tak kunjung selesai hingga selama 1 tahun.

Warga Dusun V, Kecamatan Sitinjo, Dairi, Sumatera Utara itu pun sudah bolak-balik ke kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Negara (ATR BPN) Kabupaten Dairi.

“Padahal, semua persyaratan telah lengkap. Tak kunjung selesai sudah satu tahun,” ujar Gabe Maruli Sinaga, Selasa (8/10/2019).

Untuk warga Dusun V, Kecamatan Sitinjo itu, baru selesai pada Kamis, 22 Agustus 2019 lalu. Setelah LBH Masyarakat Dairi melakukan pendampingan pengurusan sertifikat itu.

Gabe mengaku, pihaknya bersama aktivis Forum Kota (Forkot) Poltak Agustinus Sinaga membuka LBH Masyarakat Dairi, untuk menangani persoalan warga.

Kemarin, pihaknya berhasil mempercepat pengurusan dengan keluarnya 8 Sertifikat Hak Milik (SHM) dari BPN Dairi.

“Warga menyampaikan kepada kita bahwa sertifikat yang mereka urus tak kunjung selesai. Sebagai LBH Dairi, kami merasa terpanggil melakukan pendampingan. Kita juga memberi edukasi kepada warga. Setelah ditunggu 1 tahun dan kita melakukan pendampingan, sertfikat yang ditunggu akhirnya keluar,” ujarnya.

Tidak jauh beda dengan warga Dusun V, Kecamatan Sitinjo, dijelaskan Gabe Maruli Sinaga, warga Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu, Dairi, malah sudah 5 tahun mengurus sertifikat tanahnya, tak kunjung selesai.

Mantan Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta itu menelusuri dan berhasil menyelesaikan 4 sertifikat untuk warga Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu.

Anggiat Gabe Maruli Sinaga mengatakan, LBH Masyarakat Diairi yang diinisiasinya bersama aktivis Poltak Agustinus Sinaga, akan melakukan pendampingan dan pendidikan atau edukasi hak-hak warga.

Lebih lanjut, dia meminta Bupati dan Wakil Bupati Dairi mengawasi seluruh perangkat desa, dalam pengurusan sertifikat tanah warga. Selama ini masih banyak pengurusan sertifikat yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengaharapkan pengawasan dari Bupati dan Wakil Bupati Dairi. Selain itu, kami juga mengharapkan BPN Dairi untuk terus melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap proses penerbitan hak milik. Sehingga rakyat dengan mudah mendapatkan haknya,” tuturnya.

Menurutnya, LBH Dairi siap melakukan pendampingan kepada masyarakat Kabupaten Dairi, khususnya yang tidak memahami bagaimana proses pengurusan sertifikat.

”Kita selalu siap untuk melakukan pendampingan kepada warga dan menegakkan keadilan,” imbuhnya.

Warga Warga Dusun V, Kecamatan Sitinjo, Dairi, Engeten Boang Manalu bersama Tamrin Boang Manalu dan  S Simamora, mengakui sertifikat tanahnya tidak kunjung selesai pengurusannya lebih 1 tahun.

“Semua persyaratan sudah kami penuhi, namun serifikat tidak kunjung selesai. Kita tidak tahu dimana kendalanya. Selama ini kami bertanya ke Kantor Desa, mereka hanya mengatakan masih pengurusan di BPN. Alasan itu menurut kami tidak tepat, karena dari puluhan orang yang mengurus sertifikat, hanya beberapa orang yang sertifikatnya tidak keluar,” ujar Engeten Boang Manalu.

Sementara itu, warga Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu, Dairi yakni Pahala Pasaribu, Jusuf Firdaus Ginting, dan Cahaya Pakpahan, sudah 5 tahun mengurus sertifikat tanah. Juga tak kunjung selesai.

Mereka mengaku sudah memenuhi segala persyaratan diminta untuk pengurusan sertifikat tanah.

“Semua syarat yang diminta sudah kita penuhi namun serifikat tidak keluar. Segala Keperluan administrasi yang diminta oleh BPN Dairi sudah kita penuhi. Apa kendalanya kita tidak tahu,” ujar Pahala Pasaribu.

Dengan selesainya pengurusan serfitikat tanah mereka atas bantuan LBH Dairi, Jusuf Firdaus Ginting berharap, warga tidak dipersulit lagi.

“Kami ucapkan terimakasih kepada LBH Dairi yang telah membantu kami untuk mengeluarkan sertifikat ini. Semoga kedepannya LBH Dairi sukses dan tetap semangat membantu warga,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*