Lawan Mafia Peradilan, YPDT Sampaikan Memori Kasasi ke MA

Lawan Mafia Peradilan, YPDT Sampaikan Memori Kasasi ke MA.

Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) menyatakan ada praktik mafia peradilan dalam pemberian ijin Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba. Oleh karena itu, upaya pengajuan memiri kasasi pun dilayangkan ke Mahkamah Agung (MA) untuk membersihkan praktik mafia itu.

Ketua Tim Litigasi Yayasan Pencinta Danau Toba Robert Paruhum Siahaan menyampaikan, pengajuan Memori Kasasi ini adalah bahasa lain dari upaya melawan dugaan praktek Mafia Peradilan seputar Izin Usaha Keramba Jaring Apung PT Aquafarm Nusantara, anak perusahaan Regall Springs yang berpusat di Switzerland tersebut.

Sebab, lanjut dia, dari isi memori kasasi dapat dilihat bagaimana hakim yang mengadili perkara 164/G/2017/PTUN-JKT, tidak lagi berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Jika tidak terpengaruh dengan mafia peradilan pastilah ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku yang menjadi panglima. Hal ini sudah dibuktikan melalui Putusan PTUN Medan yang sudah menjadi Yurisprudensi, dan ini diabaikan oleh PTUN Jakarta,” ujarnya, dalam siaran persnya, Kamis (06/09/2018).

Lebih jauh, penyampaian memori kasasi ini dilakukan mengingat ada beberapa pelanggaran hukum yang terjadi dalam Putusan PTUN Jakarta dan  dikuatkan melalui Putusan PTTUN Jakarta. Berikut Memori Kasasi yang disampaikan oleh Tim Litigasi YPDT.

Pada, Rabu siang, 5 September 2018 pukul 11.00 WIB, Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) menyampaikan Memori Kasasi terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN Jakarta No.175/B/2018/PT.TUN.JKT. tanggal 7 Agustus 2018 Jo. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta No. 164/G/2017/PTUN-JKT tanggal 28 Maret 2018. YPDT diwakili oleh Andaru Satnyoto Napitupulu, S.IP., M.Si. (Sekretaris Umum YPDT), Jhohannes Marbun, S.S., M.A. (Sekretaris Eksekutif YPDT) dan didampingi oleh Kuasa Hukum dari Tim Litigasi YPDT diantaranya Robert Paruhum Siahaan, SH (Ketua Tim Litigasi YPDT) dan Try Sarmedi Saragih, SH., M.Hum (Anggota Tim Litigasi YPDT). “Praktik mafia peradilan itu harus ditindak tegas,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan