Launcing Aplikasi No Pungli, No Money, Untung Tantang Jaksa Sumatera Barat Raih Predikat WBBM

Launcing Aplikasi No Pungli, No Money, Untung Tantang Jaksa Sumatera Barat Raih Predikat WBBM. Foto: Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat) Setia Untung Arimuladi memberikan motivasi dan tantangan kepada jajaran Kejaksaan di Sumatera Barat untuk meraih Predikat WBBM dari Kemenpan RB, di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Selasa (25/02/2020). (Ist).
Launcing Aplikasi No Pungli, No Money, Untung Tantang Jaksa Sumatera Barat Raih Predikat WBBM. Foto: Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat) Setia Untung Arimuladi memberikan motivasi dan tantangan kepada jajaran Kejaksaan di Sumatera Barat untuk meraih Predikat WBBM dari Kemenpan RB, di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Selasa (25/02/2020). (Ist).

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat) Setia Untung Arimuladi memberikan arahan dan motivasi kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) agar pada tahun 2020 ini dapat meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi, berharap, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat tahun 2020 dapat meraih penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani WBBM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Hal tersebut disampaikan Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) ini,  usai melakukan monitoring evaluasi, sekaligus melihat kesiapan Kejati Sumbar dan jajaran Kejaksaan Negeri di Sumatera Barat menuju zona integritas di kantor setempat, pada Selasa pagi (25/02/2020).

Selain memotivasi jajaran kejaksaan di wilayah itu, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau (Kajati Riau) ini juga me-launching sebuah inovasi baru dalam pelayanan kejaksaan yakni aplikasi yang diberinama No Pungli, No Money dan Reading Corner  di Perpustakaan Kejati Sumbar dengan Program 2000 Buku.

Setia Untung Arimuladi menjelaskan, kehadirannya untuk memberikan motivasi sejauh mana kesiapan dari Kejati Sumbar menuju WBBM.

Pada Desember 2019 lalu,  Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat telah berhasil meraih penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK), termasuk 2 Kejari yakni Kejari Tanah Datar dan  Kejari Pariaman. Kejaksaan di wilayah ini, bersama 14 Kejari lainnya siap meraih predikat sebagai unit kerja zona integritas wilayah bebas dari korupsi (WBK).

Setelah melakukan pengecekan, Setia Untung Arimuladi  menyampaikan rasa optimismisnya bahwa pada tahun 2020 ini, Kejati Sumbar dapat meraih penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

“Kejati Sumbar siap dan optimis meraih WBBM. Termasuk dua Kejari yang telah meraih WBK yaitu Kejari Tanah Datar dan Kejari Pariaman,”ujarnya.

Setia Untung Arimuladi menegaskan, target itu sekaligus bertujuan  agar para aparat Kejaksaan di daerah bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Bagaimana membuat sistim kerja yang cepat, tepat waktu memberikan pelayanan kepada masyarakat atau pencari keadilan, karena sistem kerja cepat tersebut sangat diperlukan saat ini,” tuturnya.

Terkait upaya meraih Zona Integritas menuju WBK/WBBM di lingkungan Kejati Sumbar, Untung berharap agar secepatnya menjadi agen perubahan sesuai 7 arahan Jaksa Agung Burhanuddin dalam program kelimanya.

“Ada Tujuh Program Jaksa Agung, yang pada bagian ke lima penekanannya adalah menciptakan mekanisme pengawasan yang ketat untuk menjaga konsistensi pelaksanaan zona integritas WBK/WBBM,” ucapnya.

Lebih lanjut, Untung yang pernah menjabat sebagai Kapuspenkum ini mengatakan, Kejaksaan tidak lagi dilayani, tapi sebagai intansi yang melayani. Karena itu, dia meminta jajaran kejaksaan di manapun berada agar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Karena itu saya mengajak jajaran untuk merubah mindset dengan pradigma baru di tengah kemajuan jaman dan era teknologi ini, dengan membangun sistem kerja cepat, tepat dan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat dan para pencari keadilan,” ujarnya.

Hal itu pula yang menjadi salah satu tolok ukur bagi jajaran di Kejati Sumbar dan Kejari di wilayah itu untuk bisa meraih predikat zona integritas menuju WBK/WBBM, yakni dengan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Di sisi lain, di internalpun harus juga bisa saling melayani.

“Misalkan dalam proses usulan kenaikan pangkat harus cepat, kemudian ada pegawai yang berprestasi ya harus diberikan reward, yang melanggar diberikan punishment (hukuman),” ujar Untung.

Setia Untung Arimuladi yang didampingi Kepala Kejati Sumbar, Amran menambahkan, dalam memberikan pelayanan, kejaksaan sebagai unit kerja aparat penegak hukum harus dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Dengan diraihnya predikat zona integritas WBK dan WBBM dapat membangun komitmen dan konsistensi agar kejaksaan lebih maju dan lebih baik lagi ke depannya,” tandasnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*