Laporan Masyarakat Bukan Barang Haram; Kombes Pol Daddy Hartadi: Polri Harus Profesional dan Terpercaya

Kepala Sub Direktorat I, Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Kasubdit I Dittipidum Bareskrim Polri) Kombes Pol Daddy Hartadi Bersama Wartawan.

Aparat Kepolisian diminta menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai bidang masing-masing, sehingga kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian akan bagus.

Banyaknya laporan masyarakat atas kinerja kepolisian harus menjadi perhatian setiap level kepolisian. Laporan mengenai adanya oknum anggota polisi yang tidak profesional dalam menjalankan tugas penyidikan, hingga pelanggaran etika dan profesi, sering masuk ke Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kepala Sub Direktorat I, Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Kasubdit I Dittipidum Bareskrim Polri) Kombes Pol Daddy Hartadi mengakui, sering juga laporan masyarakat yang masuk ke bagiannya, namun dikarenakan bukan bagian job desk-nya maka diteruskan kembali ke bagian yang semestinya.

Meski begitu, Kombes Pol Daddy Hartadi mengakui, hal itu sebagai bagian positif partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan dan mendukung kinerja Polri agar semakin baik lagi.

“Sebenarnya, jika semua bagian menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, maka tidak ada komplain. Mungkin ada sumbatan komplain di bagian-bagian yang dilaporkan, karena tidak ditindaklanjuti, maka ke bagian mana pun dilaporkan masyarakat,” tutur Kombes Pol Daddy Hartadi, ketika berbincang dengan wartawan, di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (26/10/2018).

Lebih lanjut, mantan Peneliti Utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) ini menyampaikan, kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian dinilai dari kinerja masing-masing bagian di Kepolisian.

“Misalnya, jika di bagian saya di Dittipidum ada persoalan, dan segera direspon baik, maka tingkat kepercayaan masyarakat akan semakin baik ke institusi Polri. Demikian juga ke bagian yang lainnya, ke urusan Propam misalnya, segera direspon juga akan membuat kepolisian semakin dipercaya masyarakat,” bebernya.

Dia setuju, peran pers dan masyarakat dalam melakukan pengawasan dan kinerja masing-masing institusi penegak hukum, seperti Kepolisian, harus terus dilakukan.

Sebab, lanjut dia, setiap informasi berupa kritik maupun informasi adanya anggota yang tidak profesional atau bermasalah, akan menjadi perhatian pimpinan atau bagian yang bersangkutan untuk membuat kepolisian menjadi Polisi yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter).

“Setiap informasi bukan barang haram. Setiap informasi yang masuk akan dianalisis kebenaran dan faktanya. Kemudian akan ditindaklanjuti ke bagian masing-masing,” ujarnya.

Kombes Pol Daddy Hartadi pun menyatakan, laporan-laporan masyarakat dan pers, yang masuk ke desk-nya akan menjadi perhatiannya.

“Nanti setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti. Kita lihat dan kita cek dimananya yang perlu ditindaklanjuti segera,” tuturnya.

Intinya, lanjut dia, dengan berpedoman pada tuga pokok dan fungsi kepolisian, masing-masing bagian akan diproses, dan akan diukur serta kalau perlu ditindak.

“Polisi harus profesional dan dipercaya masyarakat. Itu yang akan kita lakukan bersama-sama,” ujar Kombes Pol Daddy Hartadi.(JR/Nando/Michael N)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*