Lantik Pejabat Eselon I dan II, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Reformasi Birokrasi dan Lelang Jabatan

Lantik Pejabat Eselon I dan II, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Reformasi Birokrasi dan Lelang Jabatan.
Lantik Pejabat Eselon I dan II, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Reformasi Birokrasi dan Lelang Jabatan.

Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin atau ST Burhanuddin menggelar Acara Pengambilan Sumpah, Pelantikan, dan Serah Terima Jabatan Pejabat Eselon I, Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung RI, dan Kepala Kejaksaan Tinggi, di Gedung Sasana Baharuddin Lopa, Komplek Kejaksaan Agung, Senin, 18 November 2019.

Ini adalah kali pertama Burhanuddin melantik pejabatnya, sejak jabatan Jaksa Agung dipercayakan oleh Presiden Joko Widodo kepadanya.

Pelantikan kali ini, untuk mengisi 3 Jabatan Jaksa Agung Muda (JAM) yang lumayan lama mengalami kekosongan.

Burhanuddin melantik Bambang Rukmono sebagai Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung.

Kemudian, Feri Wibisono sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jam Datun), Ali Mukartono sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jam Pidum).

Selain 3 orang di posisi JAM, Burhanuddin juga  melantik Sugeng Purnomo, Tony Tri Bagus Spontana dan Hidayatullah sebagai Staf Ahli Jaksa Agung.

Untuk Pejabat Eselon II ada Heffinur yang dilantik sebagai Direktur Tindak Pidana Narkotika Dan Zat Aditif Lainnya.

Burhanuddin juga melantik dua orang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yaitu Rudi Prabowo Aji sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten dan Nikolaus Kondomo sebagai Kejaksaan Tinggi Papua.

Dalam amanatnya sebagai Jaksa Agung, Burhanuddin menyampaikan, acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan peneguhan komitmen, untuk melaksanakan tugas dan amanah yang dipercayakan dengan penuh tanggung jawab, berintegritas dan profesional.

“Hal ini didorong oleh, upaya pelaksanaan reformasi birokrasi Kejaksaan yang sedang gencar-gencarnya kita lakukan, dan juga karena besarnya harapan dan tuntutan akan terciptanya aparat Kejaksaan sebagai penegak hukum yang profesional, bersih, transparan, akuntabel, dan berwibawa,” ujar Burhanuddin.

Dia juga menekankan pesan-pesan dan arahan kepada para pejabat yang baru dilantiknya. Terkhusus kepada Bambang Rukmono sebagai Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung, Burhanuddin menekankan pelaksanaan Reformasi Birokrasi agar dilaksanakan dengan sungguh di Kejaksaan.

“Untuk mewujudkan harapan membangun kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum modern, kepada saudara-saudara saya memberikan beberapa penekanan tugas yang harus segera dilaksanakan,” ujarnya.

Kepada Jaksa Agung Muda Pembinaan, ditekankan Burhanuddin, supaya melakukan evaluasi, perbaikan, dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkaitan dengan rekruitmen pegawai, pendistribusian pegawai, mutasi, dan promosi pegawai secara obyektif, transparan, dan berkapasitas, pemberdayaan jaksa fungsional, serta perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana.

“Di samping tentunya prioritas untuk menuntaskan tugas mendesak yang berkaitan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi Kejaksaan, pengelolaan PNBP, pendelegasian mutasi lokal kepada Kajati, dan lelang jabatan di 6 Kejati percontohan,” ujar Burhanuddin.

Kemudian, kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, mulai saat ini dituntut untuk secara maksimal menemukan solusi penyelesaian penanganan perkara secara terkendali dan proporsional.

Melakukan efisiensi dan sinkronisasi atas kesetaraan penerimaan dan penyelesaian hasil penyidikan, optimalisasi bentuk pedoman tuntutan pidana yang memenuhi rasa keadilan, serta adanya pendelegasian wewenang dalam pengendalian perkara pidana umum yang harus dilakukan secara tepat.

“Lakukan monitoring baik secara berkala maupun insidentil, sehingga pengembalian berkas perkara maupun penanganan perkara yang mengganggu rasa keadilan masyarakat yang masih terus terjadi dapat diminimalisir,” jelasnya.

Selanjutnya, kepada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jam Datun) harus mampu mengoptimalkan fungsinya sebagai Pengacara Negara. Yang saat ini keberadaannya sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai hal dan masalah dalam penyelenggaraan negara.

“Buatlah Bidang Datun menjadi primadona yang semakin dipandang dan diminati karena kemampuan dan keberhasilannya membantu menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi Pemerintah dan Negara,” tekannya.

Baik selaku tergugat maupun penggugat, baik yang bermuara dalam proses litigasi persidangan di pengadilan maupun non litigasi diluar sidang, mediasi dan negosiasi dengan cara pemberian Legal Opinion, pendapat hukum, legal assistance pendampingan hukum maupun legal audit, audit hukum.

Sedangkan, kepada Para Staf Ahli Jaksa Agung yang baru dilantik, diminta konstribusi nyata dalam kepemimpinan Burhanuddin sebagai Jaksa Agung.

“Saya mengharapkan saudara-saudara dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu Jaksa Agung untuk mengambil suatu kebijakan strategis, dengan menyelesaikan tugas-tugas khusus yang telah dipercayakan, serta memberikan masukan maupun pertimbangan yang produktif, kreatif dan inovatif,” tuturnya.

Bagi para Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru dilantik, Burhanuddin berharap agar segera melakukan adaptasi dengan mempelajari dan menguasai situasi kondisi daerah penugasan masing-masing.

“Penanganan berbagai persoalan hukum tentunya harus dilakukan dengan memperhatikan pula nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat, namun tetap berpijak pada aturan hukum yang berlaku,” ujar Burhanuddin.

Dia meminta, jadikanlah Kejaksaan sebagai institusi yang mengedepankan pelayanan prima dalam penegakan hukum bagi masyarakat, terutama para pencari keadilan.

Optimalkan pula peran kejaksaaan dalam mendukung kebijakan Pemerintah sebagai bentuk komitmen bahwa Kejaksaan senantiasa mendukung program pembangunan pemerintah daerah setempat.

Selanjutnya, bagi Pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung, Burhanuddin berharap, agar pejabatnya itu mampu melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pembantu pimpinan secara aktif, penuh inisiatif memberikan sumbangan pemikiran, ide-ide dan konsep-konsep serta gagasan dalam membantu pimpinan agar dapat mencapai kinerja dan hasil kerja secara optimal.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan