Lanjutkan Pengusutan Korupsi Pengelolaan Keuangan Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan di Kejaksaan Agung, Sebanyak 15 Saksi Digarap Penyidik Dalam Dua Hari

Lanjutkan Pengusutan Korupsi Pengelolaan Keuangan Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan di Kejaksaan Agung, Sebanyak 15 Saksi Digarap Penyidik Dalam Dua Hari

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL
79
0
Lanjutkan Pengusutan Korupsi Pengelolaan Keuangan Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan di Kejaksaan Agung, Sebanyak 15 Saksi Digarap Penyidik Dalam Dua Hari. - Foto: Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.(Net)Lanjutkan Pengusutan Korupsi Pengelolaan Keuangan Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan di Kejaksaan Agung, Sebanyak 15 Saksi Digarap Penyidik Dalam Dua Hari. - Foto: Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.(Net)

Pada Rabu 10 Februari 2021, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) telah memanggil dan memeriksa delapan orang sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Leonard Eben Ezer Simanjuntak menuturkan, orang-orang yang dipanggil dan diperiksa pada hari Rabu, 10 Februari 2021 itu adalah, RP selaku PIC PT Bahana TCW Investment Management, EAE selaku Direktur PT Bahana Sekuritas, ES selaku PIC PT Danareksa Sekuritas.

Kemudian ada RS selaku Direktur PT Panin Asset Management, dan AA selaku Deputi Direktur Bidang Analisis Portofolio BPJS Ketenagakerjaan Januari 2018 sampai dengan November 2018 sebagai Direktur Keuangan dan Umum Anak Perusahaan Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan.

Selanjutnya, TP selaku Deputi Direktur Perencanaan Strategis BPJS Ketenagakerjaan, UH selaku Asisten Deputi Bidang Pasar Utang BPJS Ketenagakerjaan, dan PI selaku Deputi Direktur Bidang Pasar Modal BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk hari Kamis, 11 Februari 2021 ini, lanjut Leonard, ada 7 orang yang dipanggil dan diperiksa sebagai saksi. Mereka adalah, EPL selaku Direktur PT Bahana TCW Investment Management, MPT selaku Direktur PT Danareksa Investment Management, WG selaku PIC PT Mandiri Manajemen Investasi, dan S selaku PIC PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Kemudian, DA selaku Direktur Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, PY selaku PIC PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan YH selaku PIC PT Danareksa Investment Management. “Total yang dipanggil dan diperiksa dalam dua hari ini ada 15 saksi,” ujar Leonard.

Leonard mengatakan, pemeriksaan saksi dilakukan masih dalam rangka mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan).

Seperti biasa, pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

Antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Serta bagi saksi wajib mengenakan masker, selalu mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like