Langkah Pertama Jaksa Agung Yang Baru, Kumpulkan Kepala Kejaksaan Setanah Air, Sanitiar Burhanuddin Ngomongin Pemberantasan Korupsi

Langkah Pertama Jaksa Agung Yang Baru Kumpulkan Kepala Kejaksaan Setanah Air, Sanitiar Burhanuddin Ngomongin Pemberantasan Korupsi.
Langkah Pertama Jaksa Agung Yang Baru Kumpulkan Kepala Kejaksaan Setanah Air, Sanitiar Burhanuddin Ngomongin Pemberantasan Korupsi.

Jaksa Agung Republik Indonesia yang baru, Sanitiar Burhanuddin mengumpulkan para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Seluruh Indonesia.

Dalam pertemuan yang dilakukannya di Aula Utama, Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Badiklat), Ragunan, Jakarta Selatan itu, Sanitiar Burhanuddin membicarakan Pemberantasan Korupsi dan Perbaikan Sistem.

Jaksa Agung meminta seluruh Kajati untuk getol melakukan pemberantasan korupsi. Dengan cara berimbang, dan mengedepankan pendekatan pencegahan atau preventif. Yang digabung dengan langkah penindakan atau represif.

Hal itu ditegaskan Sanitiar Burhanuddin, usai menggelar serah terima Jabatan Jaksa Agung Republik Indonesia, dari Jaksa Agung yang lama HM Prasetyo kepada Sanitiar Burhanuddin, pada Senin, 28 Oktober 2019, di Badiklat Kejaksaan RI itu. Sebanyak 32 Kajati dari Seluruh Indonesia dikumpulkan dan bicara tertutup.

Jaksa Agung yang baru sengaja mengumpulkan para Kepala Kejaksaan Tinggi, dan memberikan arahan, untuk gerak langkah kepemimpinannya.

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tata Usaha Negara (Jam DATUN) itu mengingatkan, penanganan suatu perkara tidak hanya sekadar mempidanakan pelaku dan mengembalikan kerugian negara.

“Namun juga harus dapat memberikan solusi perbaikan sistem sehingga perbuatan tersebut tidak dilakukan kembali,” ujar Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

Pertemuan itu, juga sebagai pengarahan yang dilakukan Sanitiar Burhanuddin di langkah perdananya sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menambahkan, dalam pertemuan itu, Sanitiar Burhanuddin meminta para jaksa melakukan pendekatan hukum yang mendukung investasi baik di pusat maupun di daerah.

Sanitiar Burhanuddin, pria berkumis lebat yang oleh HM Prasetyo dipanggil akrab dengan sapaan Bur itu, juga mewanti-wanti para jaksa agar tidak mencari-cari kesalahan administrasi maupun perizinan demi mendapatkan keuntungan pribadi.

“Dalam kesempatan itu, Jaksa Agung juga meminta jajaran Kejaksaan meningkatkan peran dalam melakukan pengamanan dan penyelamatan aset BUMN, BUMD, dan Pemerintah Daerah,” ujar Mukri.

Jaksa Agung juga berharap, aset yang terbengkalai atau dikuasai pribadi maupun pihak lain  dapat dipulihkan dan difungsikan kembali sesuai peruntukannya. Seperti aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya senilai Rp10 triliun yang dapat diselamatkan pihak Kejaksaan.

Selain itu, di era digital seperti sekarang jaksa juga wajib memanfaatkan sarana informasi teknologi (IT) guna mendukung kinerja Kejaksaan RI secara serius dan sungguh-sungguh.

“Berharap melalui sistem IT tersebut Kejaksaan dapat memberikan transparansi dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” kata Mukri menirukan arahan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

Terpisah, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat) Setia Untung Arimuladi menegaskan, semua unsur kejaksaan mendukung kinerja Jaksa Agung yang baru Sanitiar Burhanuddin. Terutama, dalam visi misi mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Juga menuju Sumber Daya Manusia di Kejaksaan yang unggul. Itu sebagai salah satu langkah yang diamanatkan Presiden, dan kita lakukan di Kejaksaan,” ujar Setia Untung Arimuladi.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*