Lagi, Tersangka Ke-9 Ditetapkan, Jaksa Juga Menyita 181 Sertifikat HGB Atas Tanah Seluas 183 Hektar Dalam Kasus Korupsi di PT ASABRI

Lagi, Tersangka Ke-9 Ditetapkan, Jaksa Juga Menyita 181 Sertifikat HGB Atas Tanah Seluas 183 Hektar Dalam Kasus Korupsi di PT ASABRI

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL
51
0

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memburu aset-aset para tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri yang ditaksir merugikan keuangan negara sebesar Rp23,7 triliun.

Kali ini, aset bangunan milik tersangka BTS pun jadi sasaran sitaan barang bukti oleh penyidik Gedung Bundar Kejagung.

“Barang bukti yang disita adalah lahan atau pekarangan atas nama tersangka BTS yaitu, 131 eksemplar sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT HT seluas 183 hektare, terletak di Kecamatan Curugbitung (pemekaran Kecamatan Maja) Kabupaten Lebak Provinsi Banten,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Senin (15/02/2021).

Sebelumnya, berdasarkan data Sinarkeadilan.com penyidik telah menyita aset yang juga milik BTS, yakni tanah seluas 194 hektar terdiri dari 566 bidang tanah sertifikat HGB di Kecamatan Curugbitung, Kecamatan Sajirah dan Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Provinsi Banten serta tanah seluas 33 hektar yang terdiri dari 158 sertifikat HGB di Kecamatan Kalang Anyar, Kecamatan Cibadak dan Kecamatan Rangkas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Tak hanya itu, aset milik tersangka HH juga ikut disita penyidik, di antaranya 1 unit mobil Ferari type F12 Berlinetta No. Pol. B15TRM beserta STNK, BPKB dan tanda bukti pelunasan pembelian kendaraan, 1 (satu) unit kapal LNG Aquarius atas nama PT Hanochem Shipping, dokumen kepemilikan kapal sebanyak 9 (sembilan) Kapal Barge/Tongkang dan 10 (sepuluh) Kapal Tug Boat.

“Proses penyitaan dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” ujar Leonard.

Di hari yang sama, penyidik Kejagung menetapkan tersangka yang ke-9 di kasus dugaan korupsi perusahaan pelat merah tersebut.

Tersangka itu adalah JS yang merupakan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation. Penetapan tersangka kepada JS dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

Penetapan tersangka JS berdasarkan Surat Penetapan Tersangka TPK Nomor: Print- 09/F.2/Fd.2/02/2021 tanggal 15 Februari 2021.

Leonard menjelaskan, JS diduga secara bersama-sama dengan tersangka BTS melakukan tindak pidana korupsi di perusahaan pelat merah tersebut. Selanjutnya, kata Leonard, JS juga diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Dan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka TPPU Nomor: Print- 01/F.2/Fd.2/02/2021 tanggal 15 Februari 2021,” ujarnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik juga langsung melakukan penahanan terhadap JS. Hal ini dilakukan untuk efektifnya pemeriksaan selanjutnya, dan demi alasan obyektif maupun subyektif.

JS ditahan selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 15 Februari 2021 sampai  6 Maret 2021, di Rutan Klas I Cipinang Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print- 07/F.2/Fd.2/02/2021 tanggal 15 Februari 2021.(Richard)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Lagi, Usai Gilas Si Tiga Singa, Gli Azzuri Juarai EURO 2020

Gli Azzuri, atau Timnas Italia berhasil menggilas Timnas Inggris dalam adu penalti di