Lagi, Jaksa Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pemberian Kredit Bank Mandiri Cabang Solo Rp 200 Miliar

Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit Bank Mandiri Cabang Solo kepada PT Central Steel Indonesia (CSI) yang diduga merugikan negara sekitar Rp 200 miliar lebih.

“Selain itu, penyidik juga menetapkan korporasi PT CSI sebagai tersangka dalam kasus tersebut,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (03/01/2019).

Adapun keenam tersangka diantaranya berinisial, MAEP (mantan team leader Bank Mandiri Cabang Solo/selaku pengusul kredit ke PT CSI), HA (mantan senior credit risk manager RRM VII Semarang-floor Solo/selaku pengusul kredit ke PT CSI), ED (manager PT Bank Mandiri Cabang Solo/selaku komite kredit tingkat I), MSHM (selaku pejabat komite kredit tingkat I), SBR (regional commercial sales 2/selaku komite kredit tingkat II), dan MSP (selaku pejabat komite kredit tingkat II).

Sebelumnya, penyidik juga telah menetapkan AP (mantan relationship manager Bank Mandiri cabang CBC Solo) sebagai tersangka, menyusul disidangkannya dua tersangka lain dalam kasus ini.

“Penetapan para tersangka ini merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap tersangka sebelumnya,” ujarnya.

Dalam kasus ini para tersangka diduga melanggar Pasal 2 dan ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui dua tersangka lain, yakni Mulyadi Supardi alias Hua Ping dan Erika Widiyanti Liong (mantan Direktur PT CSI) telah diadili dan sudah dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Mulyadi dijatuhi hukuman lima tahun enam bulan penjara dan dikenai denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan Erika Widiyanti Liong dihukum empat tahun penjara dan dikenai denda Rp 200 juta subsidier enam bulan kurungan.

Keduanya dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Karena kredit dari Bank Mandiri tidak digunakan untuk modal kerja perusahaan, melainkan dibagi-bagikan kepada para pemegang saham.

Sementara terkait kerugian negara sebesar Rp 201,176 miliar. Rinciannya, kredit, bunga dan denda Rp 557,135 miliar dikurangi nilai aset PT CSI Rp 355,959 miliar.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan