Kutuk Pengeboman, Buruh Minta Polisi Lakukan Tindakan Preventif di Ruang Publik

Kutuk Pengeboman, Buruh Minta Polisi Lakukan Tindakan Preventif di Ruang Publik.

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) mengecam dan mengutuk perbuatan yang dianggap biadab, yakni pengemobam yang terjadi di sekitar Halte Busway Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu malam, 24 Mei 2017.

 

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Sekjen DPP SBSI) Andi Naja FP Paraga menyampaikan, pengeboman di Kampung Melayu yang bertepatan dengan malam peringatan Kenaikan Isa Al Masih dan aka masuknya Bulan Suci ramadan 1438 Hijriah sangat menghentak akal sehat dan ketenangan Kota Jakarta, apalagi kejadiannya berlangsung di ruang publik yang sangat vital, yakni halte bus dan terminal.

 

“Serikat Buruh Sehajtera Indonesia mengecam dan mengutuk perbuatan biadab ini, siapapun pelakunya. Perbuatan itu secara nyata dan terang-terangan bertentangan dengan Pancasila, yang tidak hanya membunuh orang lain, tetapi menciptakan suasana mencekam setelah terjadinya kondusifitas pasca Pilkada DKI Jakarta 2017,” ujar Andi Naja FP Paraga, dalam keterangan persnya, Kamis (25/05/2017).

 

SBSI pun meminta Kepolisian Republik Indonesia(Polri) untuk segera melakukan tindakan preventif terhadap terhadap ruang-ruang publik.

 

“Seperti, terminal, pasar, shelter busway dan lain-lain,” ujarnya.

 

Andi juga meminta agar aparat keamanan memburu dan mengejar para pelaku dan yang terlibat dengan pengemboman. “Harus dilakukan pemburuan terhadap jaringan penebar teror tersebut,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan