Kumpulkan Pelaku Usaha Rekreasi di Puncak, Disbudpar Bogor Gelar Uji Kompetensi dan Sertifikasi

Kumpulkan Pelaku Usaha Rekreasi di Puncak, Disbudpar Bogor Gelar Uji Kompetensi dan Sertifikasi.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor mengumpulkan para pelaku usaha rekreasi se-Kabupaten Bogor, di Puncak, Jawa Barat, Senin (03/12/2018). Tujuannya, untuk mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi usaha rekreasi di wilayah itu.

Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kasie SDM Disbudpar) Kabupaten Bogor, Triastuti menyampaikan, kegiatan itu dalam rangka membangun dan meningkatkan kualitas SDM khusus bidang pariwisata, serta mengajak semua pelaku rekreasi di Kabupaten Bogor agar proaktif meningkatkan kapasitas, skill dan kapabilitas para pelaku usaha rekreasi.

Uji kompetensi dan sertifikasi diikuti oleh para pelaku usaha akomodasi, usaha wisata dan jasa outbound. Triastuti berharap, peningkatan dan kapasitas pelaku usaha rekreasi menjadi tanggung jawab semua pihak, agar semakin meningkatkan mutu dan pelayanan yang baik dan benar.

“Peserta yang mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi sudah semestinya memiliki dasar kemampuan dalam bidangnya, yang diperoleh dari pendidikan, dan dimana peserta itu bernaung atau bekerja,” tutur Triastuti, di sela uji kompetensi dan sertifikasi rekreasi dan hiburan umum itu.

Untuk iyu, Disbudpar memberikan dorongan dan masukan, agar setiap SDM dalam bidang yang mencakup pariwisata memiliki kualitas dan kuantitas yang berkompenten. “Dan, dasar kemampuan dan keilmuannya itu berasal dari peserta,” katanya.

Dijelaskan Triastuti, program uji kompetensi ini sebagai filter bagi setiap SDM yang terjun langsung dalam bidang pariwisata, sehingga mereka memiliki nilai standar yang dapat bersaing baik nasional dan internasional.

“Ya dengan uji kompetensi ini Disbudpar Kabupaten Bogor akan dapat melihat baik itu skill, knowledge, attitude yang dimiliki peserta. karena tiga hal tersebut menjadi penilaian khusus dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dan ketiga hal tersebut bukan berasal dari Disbudpar, itu modal dasar yang dimiliki peserta dari pendidikan, pelatihan dari mana mereka berasal,” tutur Triastuti.

Dia berharap, semua peserta yang hadir mampu mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi. Kegiatan itu hendaknya dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan.

“Selain dapat menjadi SDM yang memiliki nilai lebih, dengan memiliki sertifikasi, diharapkan juga dapat memotivasi bagi rekan-rekan yang berkecimpung dalam dunia pariwisata khususnya di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.(Apul Iskandar)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan