Korupsi Penyalahgunaan Investasi di Australia, Jaksa Periksa Petinggi PT Pertamina

Korupsi Penyalahgunaan Investasi di Australia, Jaksa Periksa Petinggi PT Pertamina.

Penyidik Kejaksaan Agung memanggil dan memeriksa petinggi PT Pertamina (Persero) untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan investasi pada PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia 2009.

 

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum), M Rum menerangkan, pemanggilan terhadap Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederick ST Siahaan untuk mengetahui besaran cadangan minyak yang terdapat di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia 2009, sehingga investasi digelontorkan waktu itu.

 

Selain memeriksa Frederick, penyidik juga memanggil dan memeriksa tiga orang lainnya, yakni Geologist Enginering (Geofisika PT Pertamina (Persero) Tavip Setiawan; Geologist Enginering (Geokimia PT Pertamina (Persero) Dr. Ir. Hardjo Basuki, MSc dan Head of Fasilities Products Ir Slamet Susilo.

 

“Empat orang dipanggil dan diperiksa hari ini. Semua dari PT Pertamina (Persero),” ujar M Rum, di Komplek Kejaksaan Agung, Kamis (10/08/2017).

 

Kepada penyidik, lanjut M Rum, para saksi yang hadir pukul 10.00 WIB di Gedung Budar, Kejaksaan Agung itu menjelaskan pengetahuannya.

 

Geologist Enginering (Geofisika PT Pertamina (Persero) Tavip Setiawan  menerangkan mengenai keberadaan cadangan minyak di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia.

 

Sedangkan,Geologist Enginering (Geokimia PT Pertamina (Persero) Dr. Ir. Hardjo Basuki menerangkan mengenai batuan-batuan yang mengandung cadangan minyak di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia.

 

“Dan, Slamet Susilo menerangkan mengenai fasilitas yang digunakan untuk memproduksi minyak di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia,” ujar Rum.

 

Untuk pengusutan kasus ini, Tim Penyidik memeriksa Saksi sebanyak 32 (tiga puluh dua) orang.

 

Kasus ini terjadi pada 2009. Ketika itu, PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd.

 

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta Dolar Australia atau senilai Rp. 568 Miliar.

 

“Modal sebesar itu diberikan dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari. Namun, ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari,” tutur M Rum.

 

Nah, pada tanggal 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.

 

“Jadinya, ya bagaimana nasib investasi itu? Itu sedang diselidiki,” ujar M Rum.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan