Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bank Syariah Mandiri, Pejabat KLHK Jadi Saksi

Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bank Syariah Mandiri, Pejabat KLHK Jadi Saksi.
Korupsi Pemberian Fasilitas Pembiayaan Bank Syariah Mandiri, Pejabat KLHK Jadi Saksi.

Penyidik di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung mengembangkan kasus korupsi pemberian fasilitas pembiayaan Bank Syariah Mandiri kepada PT Tanjung Siram. Kali ini, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Medan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) Rahman Panjaitan jadi saksi.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri mengatakan, pemanggilan dan pemeriksaan kepada Rahman Panjaitan telah dilakukan pada Selasa, 3 September 2019. Rahman Panjaitan berstatus saksi dalam pemanggilan ini.

“Saksi Rahman Panjaitan diperiksa terkait dengan status tanah yang dibiayai oleh Bank Syariah Mandiri kepada PT Tanjung Siram,” tutur Mukri, Jumat (06/09/2019).

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, Mukri menjelaskan, pada tahun 2009, PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Perdagangan Simalungun, Sumatera Utara, memberikan pembiayaan kepada PT Tanjung Siram.

Dimana dalam pemberian pembiayaan yang semestinya dicairkan secara bertahap. Namun dilakukan pencairan sekaligus sebesar Rp 35 miliar. Dengan agunan yang tidak mencukupi untuk fasilitas pembiayaan selama 7 tahun, yang hanya sebesar Rp 931 juta.

“Kemudian pembiayaan mengalami kategori kolektibilitas 5 pada tahun 2014. Dan agunan tidak cukup untuk pengembalian pinjaman. Sehingga, diduga dapat mengakibatkan kerugian keuangan Negara,” ujar Mukri.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan