Korupsi Dana Bantuan Madrasah, Buronan Ini Diciduk Jaksa di Perbatasan Makassar

Korupsi Dana Bantuan Madrasah, Buronan Ini Diciduk Jaksa di Perbatasan Makassar.
Korupsi Dana Bantuan Madrasah, Buronan Ini Diciduk Jaksa di Perbatasan Makassar.

Seorang pria bernama Muh Arasy telah menjadi buronan kejaksaan sejak 2017. Pria berusia 47 tahun itu telah divonis bersalah karena melakukan korupsi dana bantuan untuk madrasah. Buronan ini telah ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Maros, Makassar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri membenarkan, Muh Arasy telah ditangkap di daerah Perumnas Sudiang, Perbatasan Makassar Maros, Sulawesi Selatan, pada Jumat (30/08/2019).

Dengan tertangkapnya Muh Arasy sebagai orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron dari wilayah Kejaksaan Negeri Palu, Sulawesi Tengah, kini sudah menjadi 116 buronan yang ditangkap jaksa.

“Sebagai program Tangkap Buron atau Tabur, yang dicanangkan Kejaksaan. Satu orang buron mesti tertangkap dalam satu bulan. Di setiap kejaksaan. Muh Arasy menjadi buronan ke 116 yang ditangkap,” tutur Mukri, di Kejaksaan Agung, Jumat, 30 Agustus 2019.

Muh Arasy menjadi terpidana ketika menjabat selaku kuasa usaha CV Karya Mentari. Saat itu sedang dalam pelaksanaan dana bantuan langsung atau Block Grant, bagi sekolah madrasah di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sulawesi Tengah.

CV Karya Mentari sebagai pihak yang  melaksanakan pengadaan buku bahan ajar dan buku perpustakaan tahun anggaran 2006-2007.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 415 K/ Pid.Sus / 2017 tanggal 13 September 2017, Muh Arasy telah divonis 4 tahun penjara dan pidana denda Rp200 juta. Subsidiair 6 bulan kurungan, serta pidana tambahan membayar uang pengganti Rp100.340.250. Sejak divonis, Muh Arasy buron.

Setelah penangkapan oleh Jaksa, lanjut Mukri, Muh Arasy langsung dibawa ke Kejaksaan Negeri Palu.

“Untuk diserahkan. Dan, selanjutnya dibawa menuju Lapas Kelas I Palu untuk menjalani masa hukumannya,” ujar Mukri.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan