Breaking News

Konsisten Berantas Narkoba, DPN Gepenta Dukung Jokowi

Konsisten Berantas Narkoba, DPN Gepenta Dukung Capres Jokowi.

Kejahatan dan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) masih terus terjadi di Indonesia. Sebagai sebuah kejahatan yang masuk dalam kategori extra ordinary crime, kejahatan dan peredaran gelap narkotika juga harus diberantas dengan cara-cara yang luar biasa.

Dari sekian banyak sepak terjang elit pejabat di Tanah Air, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Peduli Anti-Narkoba, Tawuran dan Anarkis (DPN Gepenta) Birgjen Pol (Purn) Parasian Simanungkalit melihat tidak sedikit yang terjerat dengan kasus narkoba.

Oleh karena itu, Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 haruslah orang yang bersungguh-sungguh dan melakukan pemberantasan terhadap kejahatan narkotika.

“Kita ngeri menyaksikan banyaknya elit yang terjerat kasus narkoba. Jangan sampai calon presiden Indonesia pun terkena kasus narkoba. Kami dari DPN Gepenta menyatakan mendukung Calon Presiden yang komitmen dan konsisten memberantas kejahatan narkoba,” tutur Brigjen Pol (Purn) Parasian Simanungkalit, saat menggelar jumpa pers, di Markas GEPENTA, Perumahan Perdana, Jalan Perdana Blok I No 13, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Senin (11/03/2019).

Parasian Simanungkalit melanjutkan, untuk Pilpres 2019, dari sebanyak 11 ribu anggota dan keluarga yang tergabung di Gepenta, dari Sabang sampai Merauke, menyatakan lebih memilih pasangan capres yang sudah terbukti memiliki komitmen yang kuat melakukan pemberantasan narkoba.

Oleh karena itu pula, Gepenta mempersiapkan acara Penganuerahan Bapak Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis kepada Joko Widodo. Penganugerahan gelar itu, lanjut Simanungkalit, akan dilaksanakan beriringan dengan Ikrar Gepenta kepada Calon Presiden 2019, yang akan dilaksanakan pada Minggu 17 Maret 2019, bertempat di Ball Room Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

“Berdasarkan kesimpulan analisa dan evaluasi Pengurus DPN Gepenta pada penyelenggara Negara, yakni Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dari 2014 hingga 2019 ini, maka seluruh warga Gepenta bersatu sikap menganugerahkan Bapak Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis kepada Bapak H Ir Joko Widodo,” tutur Parasian Simanungkalit.

Memang, lanjutnya, pada Pemilu 2014 lalu, Gepenta juga menjadi salah satu pendukung pasangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dari evaluasi selama lima tahun ini, lanjut Brigjen Pol (Purn) Parasian Simanungkalit, indikasi keberhasilan Indonesia yang aman, damai, makmur dan sejahtera tanpa narkoba, tawuran dan anarkis, demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 dirasakan semua warga Gepenta.

Simanungkalit merinci, keberhasilan pemerintahan Joko widodo-Jusuf Kalla dalam segmen ini dapat dilihat dari terus digalakkannya perang terhadap narkoba.

“Bahkan, eksekusi mati terhadap pelaku kejahatan narkoba dilakukan 3 tahap. Dan hingga kini, tidak pernah ada yang berani lagi menghalangi hukuman mati bagi pelaku terpidana mati kasus narkoba. Dan Joko Widodo pun menyatakan, pemberantasan kejahatan narkoba akan ditangani lebih gila lagi,” tutur Parasian Simanungkalit.

Kemudian, tindakan tawuran dan anarkis dapat ditanggulangi secara nasional. “Dan tidak mengganggu jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Penanganan tindakan tawuran dan anarkisme, lanjutnya, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo agar tidak mengganggu kegiatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, serta tidak mengganggu penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu, Parasian Simanungkalit mengajak seluruh masyarakat Indonesia, untuk bersama-sama memerangi kejahatan dan peredaran gelap nakoba, tawuran dan anarkis.

Menurut dia, jika ada calon presiden atau elit partai politik, maupun elit di pemerintahan dan lembaga-lembaga yang terlibat dan menjadi pengedar atau pemakai narkotika, maka orang-orang seperti itu tidak layak didukung.

“Kalau ketahuan ada yang terlibat, kita sikat. Rakyat yang akan bicara langsung,” ujarnya.(JR/Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*