Breaking News

Kombes Pol Ricky F Wakanno: Jika Polisi Baik, Masyarakat Pasti Baik

Kombes Pol Ricky F Wakanno: Jika Polisi Baik, Masyarakat Pasti Baik.

Menghadapi perhelatan pesta demokrasi, Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Plpres) 2019, Polri telah melaksanakan tugas pokoknya dengan menggelar Operasi Mantap Brata.

Di samping itu, Polri juga menerapkan sebuah strategi mendinginkan suhu politik atau yang disebut dengan cooling system.

Kabagopsnalev Korbinmas Baharkam Polri Kombes Pol Ricky F Wakanno mengakui, sikap dan perilaku Polisi yang baik pasti akan berpengaruh kepada kebaikan masyarakat itu sendiri.

“Ya, betul, jika Polisinya baik, maka masyarakat pun pasti baik. Itu sudah tidak perlu pakai rumus-rumus aneh-aneh lagi menjabarkannya,” tutur Kombes Pol Ricky F Wakanno, Selasa (19/03/2019).

Untuk ini, lanjutnya, Polri telah merangkul para tokoh agama, politik dan masyarakat dengan menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan memakmurkan rumah ibadah.

Rumah ibadah, lanjut Kombes Pol Ricky Wakanno, bukan hanya umat Islam saja, tapi juga umat Kristiani. Supaya apa? Agar rumah ibadah tidak dijadikan sebagai alat politisasi. Karena rumah ibadah itu rumah untuk mendekatkan manusia dengan Tuhannya.

“Pasti di situ tempat di mana imam mesjid, pastur dan pendeta akan memberikan nasehat-nasehat. Tapi tinggal manusianya, nasehat tinggal nasehat, setelah itu berbuat jahat lagi, menjelekan, membuat hoax dan mendzolimi orang. Nah itu gak boleh,” tutur Ricky Wakanno.

Kali ini, lanjut Ricky, hal itulah yang dilakukan Polri bersama para tokoh agama, menyusunnya sedemikian rupa, kembali seperti zaman dulu lagi.

“Sebelum ‘Pilkada Ahok dulu ‘kan bagus-bagus saja. Karena ini prilaku prilaku yang menyimpang, ya kita kembalikan kepada prilaku yang baik,” ujarnya.

Dia menuturkan, tak hanya cara preventif, tindakan pre-emtif dan represif juga telah dilakukan bagi yang melakukan kegiatan-kegiatan jahat.

“Contohnya FZ (salah seorang politisi), sekarang menyadari ‘siapa diri kita ini’. Saya polisi juga menyadari siapa diri saya. Apakah saya harus berbuat kasar sama masyarakat? Ya tidak. Saya polisi, teman-teman datang ke sini itu suatu kebanggaan,” ujar Kombes Ricky.

Karena itu, kata Ricky, sejumlah kegiatan yang dipimpin Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Edy Pramono berupaya terus melakukan perbaikan-perbaikan, dengan melakukan kegiatan-kegiatan meng-coolingsystemkan suhu politik yang memanas menjadi sejuk, damai dan aman.

“Karena apa? Untuk siapa sih pesta demokrasi? Pemilu untuk rakyat. Seperti debat Presiden kemarin, itu luar biasa. Satu incumbent, satu belum pernah jabat. Yang satu punya pengalaman, yang ini belum. Tapi dia punya pola pikir yang ada. Makanya masyarakat ingin melihat. Namun di sini, ya menjaga bagaimana pertarungan ini dengan baik dan benar. KPU, TNI, demikian juga Bawaslu, ditambah kekuatan masyarakat. Kalau dengan masyarakat kuatlah,” ujar Ricky Wakanno.

Melalui Kabagopsnalev Korbinmas Baharkam Polri, lanjut Kombes Ricky, Kapolri juga menyampaikan dan meminta kepada semua pihak untuk datang ke Tempat pemungutan Suara (TPS) pada pesta demokrasi mendatang.

“Pesan Kapolri, datanglah ke TPS dengan mimpi yang indah, sejuk dan kita akan menjaga kecurangan-kecurangan di bilik suara. Itu akan kita pantau, jangan sampai ada kecurangan,” terangnya.

Tak hanya itu, fungsi tiga pilar juga ditingkatkan dengan pasti. Pemda juga diharapkan aktif melakukan kondusifitas masyarakat. Demikian juga dengan TNI/Polri yang akan melaksanakan kegiatan dengan baik, sehingga semua bekerja optimal.

“Kapolri juga meminta, jadilah polisi bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Saya dan masyarakat pun tidak ingin berurusan dengan hukum. Kalau sudah hukum ya berat. Jangan nanti masa hidup kita pernah dipenjara, jaga harga diri kita. Berurusanlah dengan baik. Yang benar kita bilang benar, yang tidak baik mari kita perbaiki supaya menjadi baik. Nanti ke depan ini anak anak kita yang akan merasakan, anak kita akan menjadi besar,” papar Kombes Ricky mengingatkan.

Dia menegaskan, dalam mengawal kegiatan pesta demokrasi ini polisi menggelar sejumlah langkah antisipatif yang luar biasa, terutama dalam mengcounter hoax atau berita-berita bohong.

“Pokoknya sepanjang yang dilakukan manusia, bisa ketahuan. Mau main hoax, main di kolong meja, ketahuan. Mau main ‘bimsalabim’ ketahuan juga,” tegasnya.

Kombes Ricky juga mengingatkan, saat ini polisi semakin Promoter, artinya professional, modern dan terpercaya.

Karenanya, ia berharap dan mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi pesta demokrasi dengan baik.

“Mari kita junjung tinggi pesta demokrasi dengan baik dan benar. Jangan main uang, jangan main api, panas rasanya itu. Jangan mencubit, sakit rasanya. Kami Polri dikontrol juga, agar kami berjalan dengan baik,” kata Ricky.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*