Breaking News

Kisruh Calon Kepala BIN, Pengamat Intelijen Suhendra Hadikuntono Tak Butuh Rekomendasi, Sejumlah OKP Cabut Dukungan

Pengamat Intelijen yang juga Relawan Jokowi Suhendra Hadikuntono bersama para relawan dan OKP pada momen acara kepemudaan. Kisruh Calon Kepala BIN, Pengamat Intelijen Suhendra Hadikuntono Tak Butuh Rekomendasi, Sejumlah OKP Cabut Dukungan.

Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) menarik dukungan resminya dari Pengamat Intelijen Suhendra Hadikuntono. Suhendra Hadi Kuntono mengklaim mendapat dukungan dan rekomendasi dari sejumlah OKP dan Relawan Jokowi, untuk diusulkann sebagai Calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Ketua Bidang OKK Generasi Muda Republik Indonesia (Gema-RI) Richard Mandela mengatakan, minggu lalu, puluhan OKP Tingat Nasional dan sejumlah Relawan Jokowi menyatakan mendukung dan memberikan rekomendasi resminya kepada Suhendra Hadikuntono untuk dipertimbangkan sebagai Calon Kepala BIN. Termasuk dari Gema-RI.

Namun, dikarenakan etika dan tim bentukan Suhendra Hadikuntono tidak menghargai para OKP, maka sejumlah OKP kini menarik diri, mencabut dan membatalkan dukungan maupun rekomendasi mereka kepada Suhendra.

“Kami sangat menyayangkan sikap Suhendra Hadikuntono yang sempat kami rekomendasikan sebagai Calon Kepala BIN. Juga sangat menyayangkan tim bentukannya yang tidak menghargai dukungan, dan tidak menepati janji akan rekomendasi yang disampaikan,” tutur Richard, di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Padahal, lanjut dia lagi, sejak Kamis, 10 Oktober 2019, sejumlah OKP berkumpul dan menyerahkan dukungan maupun rekomendasinya kepada Suhendra Hadikuntono. Para pimpinan OKP itu, lanjutnya, dibuat bagai pengemis, tidak berkomunikasi yang baik, dan diperlakukan kurang manusiawi.

Mereka menunggu berjam-jam, bahkan beberapa hari diminta oleh Suhendra Hadikuntono dan timnya untuk mendatangi salah satu restoran atau café di Rubina, Kompleks Eficentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, tanpa kejelasan.

“Kami tidak mengerti kenapa OKP-OKP diperlakukan tidak adil begitu. Dan tidak beretika kepada para pendukung,” ujar Richard lagi.

Sementara itu, Ombing dari Organisasi Ikatan Pemuda Persatuan Indonesia (IPPI), Fernando TGP dari Organisasi Tunas Muda Indonesia Sejahtera (TMIS),  Jefry Joe dari Organisasi Gerakan Muda Republik (Garda Republik), menyampaikan mereka tadinya juga bergabung bersama kawan-kawan OKP lainnya untuk mendukung Suhendra Hadikuntono maju sebagai Calon Kepala BIN.

“Jika memang rekomendasi kami tidak diterima kami sih, tidak masalah yang penting berkas rekomendasi kami dipulangin aja. Agar secara organisasi kami dapat pertanggungjawabkan. Kami berharap pihak yang mengurusi administrasi dan kelanjutan dari rekomendasi tersebut dapat menemui titik terang,” tambah Fernando TGP.

Ketika dikonfirmasi, Pengamat Intelijen Suhendra Hadikuntono membantah membentuk tim bagi dirinya untuk menggalang dukungan agar diajukan sebagai Calon Kepala BIN.

“Saya tidak pernah membentuk tim. Dan tidak memerlukan dukungan siapapun. Saya tidak butuh apa-apa kok. Masa pakai nyogok? Lucu kan,” ujar Suhendra.

Menurut dia, dirinya pun tidak membutuhkan siapa-siapa dalam melanjutkan niatnya dicalonkan sebagai Calon Kepala BIN. Dia kurang memahi rekomendasi yang dimaksudkan. Maka dia serahkan ke stafnya saja.

“Saya merasa aneh. Karena saya tidak pernah meminta dukungan. Dan saya tidak mengenal yang mendukung. Jadi, silakan saja diklarifikasi ke staf saya yang kebetulan Ketua SIWO DKI Jakarta, ya di Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jaya,” tutup Suhendra.

Sebelumnya, Steering Committee Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-2 Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Janes Josua Frans mengusulkan Suhendra Hadikuntono sebagai calon Kepala BIN.

Menurut Janes, pendiri Hadiekuntono’s Institute (Research, Intelligent, Spiritual) itu memiliki kemampuan untuk menjabat sebagai orang nomor satu di BIN.

“Saya sudah lama menyelidiki beliau. Karena itu, saya tahu kapasitas beliau. Bila ditempatkan di BIN, dia akan menjadi the right man on the right place,” jelasnya dalam Rakornas ke-2 ARJ di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Janes mengaku sudah menanyakan kesediaan Suhendra untuk menjadi Kepala BIN. Menurut Janes, Suhendra bersedia.

“Sekarang bola ada di tangan Presiden, terserah mau menerima atau tidak. Sebab, hal itu merupakan hak prerogratif Presiden. Namun, relawan juga punya hak untuk mengusulkan,” katanya.

Dia menambahkan, ARJ terdiri dari hampir seribuan organ atau ormas relawan Jokowi di seluruh Indonesia.

“Mengawal pelantikan Pak Jokowi berarti mengawal suara rakyat karena Jokowi merupakan presiden pilihan rakyat. Kami juga akan mengawal Pak Suhendra agar dipertimbangkan menjadi Kepala BIN,” ucapnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*