KIARA: Ekspor Benih Lobster Rugikan Indonesia

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati: Ekspor Benih Lobster Rugikan Indonesia.
Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati: Ekspor Benih Lobster Rugikan Indonesia.

Rencana Pemerintah untuk mengekspor benih lobster sebaiknya dihentikan saja. Sebab, mengekspor benih lobster akan merugikan nelayan dan masyarakat Indonesia.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menyebut, wacana eksepor benih lobster itu hanya akan membawa dampak negative saja bagi Indonesia. Terutama, dampak buruk bagi perekonomian nasional.

Sekretaris Jenderal Kiara, Susan Herawati mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo untuk menghentikan niatnya mengekspor benih lobster itu.

“Sebab hal itu akan mendorong eksploitasi sumberdaya perikanan di perairan Indonesia menjadi semakin tidak terkendali,”tutur Susan Herawati, di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Pada saat bersamaan, dia juga  juga menilai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum menjalankan mandat Undang-Undang No 7 tahun 2016 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

“Wacana kebijakan ekspor benih lobster tidak masuk akal dan tidak strategis di tengah maraknya penyelundupan,”cetusnya.

Susan menerangkan, guna memuluskan kebijakan rencana ekspor lobster, Edhy Prabowo juga mewacakan akan merevisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia. Alasannya, untuk menambal skema transisi pemberdayaan ekonomi paska larangan ekspor lobster.

“Seharusnya Menteri KP tegas memberantas praktik penyelundupan benih-benih lobster Indonesia sampai ke akar-akarnya. Membuka wacana ekspor benih lobster hanya akan semakin membuat suasana di masyarakat kontraproduktif,” tegas Susan.

Susan menilai, larangan ekspor benih lobster yang selama ini telah dijalankan oleh KKP patut diapresiasi. Karena berhasil menyelamatkan devisa negara dalam jumlah yang sangat besar.

Berdasarkan catatan Pusat Data dan Informasi KIARA (2019), KKP telah menyelamatkan benih lobster sebanyak 6.669.134 ekor, terhitung sejak tahun 2014-2018. Adapun jumlah uang yang diselamatkan hampir mencapai nilai 635,59 miliar Rupiah.

Namun pada saat bersamaan, pasca diterbitkannya larangan ekspor benih lobster melalui Permen No 56 tahun 2016, KKP tidak memiliki skema transisi yang jelas.

“Hal ini menimbulkan sebagian besar pembudidaya lobster harus beralih profesi dari nelayan ke profesi lain,”ungkapnya.

Susan mengatakan, dalam membangun keberlanjutan sumberdaya perikanan harus memastikan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk perekonomian Indonesia, khususnya untuk masyarakat bahari sebagai aktor utama perikanan.

Dan jangan sebaliknya, membuka keran ekspor benih lobster yang jelas akan berdampak buruk bagi keberlanjutan sumberdaya perikanan sekaligus perekonomian Indonesia.

Daripada terus membangun wacana ekspor benih lobster yang kontraproduktif, lanjutnya, seharusnya dalam tiga bulan pertama masa kerjanya, Edhy Prabowo memastikan keberlanjutan sumberdaya perikanan Indonesia terpelihara.

“Dalam ketegasan hukum, dalam pemberantasan penyelundupan mau pun pemberdayaan ekonomi nelayan. Itu yang seharusnya dilakukan,” pungkas Susan Herawati.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan