Keramba Jaring Apung (KJA) Perusak Hendak Digeser Ke Toba, Warga Protes Keras Bupati Darwin Siagian

Keramba Jaring Apung Perusak Danau Toba Hendak Digeser Ke Kabupaten Toba, Warga Protes Keras Bupati Darwin Siagian. - Foto: Ikan Mati Di Kawasan Danau Toba (KDT) sejak Kehadiran Keramba Jaring Apung (KJA) di Tao Toba. (Net)
Keramba Jaring Apung Perusak Danau Toba Hendak Digeser Ke Kabupaten Toba, Warga Protes Keras Bupati Darwin Siagian. - Foto: Ikan Mati Di Kawasan Danau Toba (KDT) sejak Kehadiran Keramba Jaring Apung (KJA) di Tao Toba. (Net)

Pemerintah Kabupaten Toba diprotes warga karena memberikan lampu hijau bagi perusahaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Kawasan Danau Toba (KDT) untuk dipindahkan ke wilayah Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Bupati Toba, Darwin Siagian pun mendapat kecaman keras dari warga yang secara diam-diam mengatur siasat busuk dengan pihak PT Regal Springs Indonesia (RSI) yang mengusahai KJA di wilayah Danau Toba. Perusahaan ini diketahui telah membuat kesurakan parah bagi Danau Toba karena membuat KJA di Danau Vulkanik Terbesar di Dunia itu.

Perwakilan warga KDT, Koordinator Jaringan Kasih Warga Kawasan Danau Toba, Jainal Pangaribuan menyampaikan, KJA itu tidak ada gunanya bagi masyarakat Kawasan Danau Toba. Selain sudah sangat merusak air dan ekositem danau, kehadiran KJA selama ini telah membuat kesehatan masyarakat bermasalah berat.

“KJA itu harus diusir dari Kawasan Danau Toba. Bupati Toba, tidak semestinya membuat kesepakatan di balik layar dengan pihak PT RSI untuk memindahkan KJA-nya ke Kawasan Kabupaten Toba. Ini harus ditolak. Masyarakat sudah sangat menderita dengan kehadiran KJA selama ini. Hentikan ulah mereka itu,”tutur Jainal Pangaribuan, Jumat (22/05/2020).

Terlebih, lanjut Jainal Pangaribuan, Pemerintah Kabupaten bersengaja melakukan upaya pemindahan ketika wabah Virus Corona atau Covid-19 juga sedang melanda Sumatera Utara, khususnya Kawasan Danau Toba. Maka, niat tidak baik dari Bupati Toba Darwin Siagian bersama PT RSI itu harus segera dihentikan.

“Itu harus dihentikan. Jangan paksa masyarakat Kawasan Danau Toba menjadi marah, atas sikap dan rencana memindahkan KJA itu ke Toba,”ujar Jainal Pangaribuan mengingatkan.

Dia meminta seluruh warga masyarakat Kawasan Danau Toba melakukan aksi protes terhadap kehadiran KJA yang sudah sangat menganiaya kehidupan di kawasan itu.

Selain itu, Jainal Pangaribuan juga meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, segera bertindak untuk menghentikan KJA di Danau Toba.

“Jangan main-main. Ini bukan urusan sehari dua hari saja. Ini bukan hanya urusan ikan KJA, tetapi ini urusan hidup dan kehidupan masyarakat di Kawasan Danau Toba. Urusan masa depan anak cucu kita juga. Ini urusan menyelamatkan Tanah Batak dari kehancuran,”imbuhnya.

Karena itu, dilanjutkan Jainal Pangaribuan, Bupati Toba Darwin Siagian hendaknya segera menghentikan niat mereka untuk memindahkan KJA ke Toba.

Sebelumnya pihak Regal Springs Indonesia (RSI) mengaku akan segera merelokasi operasi akuakultur berupa Keramba Jaring Apung (KJA) ke Kecamatan Uluan dan Porsea. RSI berharap, rencana mereka itu dapat diselesaikan sebelum Natal atau Desember 2020.

“RSI telah berdiskusi dengan jajaran pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat setempat serta telah melakukan studi kelayakan. Syukur, hingga saat ini semuanya berjalan dengan lancar. Kami sedang menunggu proses perizinan awal untuk dapat melangsungkan relokasi KJA secepatnya,” demikian dikatakan External Affairs Senior Manager Regal Springs Indonesia, Kasan Mulyono dan konferensi pers yang diselenggarakan di Medan, Minggu (17/5/2020).

Dia menegaskan, lokasi baru operasional KJA milik perusahaan direncanakan ada di kawasan Uluan, Porsea dan Balige di Kabupaten Toba.

Perpindahan dilakukan perusahaan secara sukarela, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang akan mengembangkan Kota Parapat/Ajibata, di mana saat ini perusahaan beroperasi, menjadi kawasan pariwisata.

Lebih lanjut Kasan mengatakan, jajaran manajemen RSI sendiri telah berdiskusi dengan Bupati Toba, Darwin Siagian, dan jajarannya beberapa waktu lalu.

“Pemda Kabupaten Toba mendukung rencana relokasi kami ke tempat yang baru dengan harapan dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi Pemda, namun juga bagi masyarakat setempat. Selain itu Pemda juga meminta agar operasi perusahaan ramah lingkungan,”jelasnya.

Kasan mengatakan, pihaknya sendiri telah melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat, sesuai arahan dari Pemkab Toba.

“Sesuai arahan Pemkab Toba, kami sudah melakukan kajian terhadap lokasi baru perusahaan serta juga bertemu dengan masyarakat setempat. Hasil kajian awal kami, lokasi yang baru tersebut memenuhi persyaratan untuk budidaya akuakultur berkelanjutan,”katanya.

Kasan Mulyono mengakui, dengan perpindahan lokasi operasional perusahaan tersebut, maka perusahaan juga harus mempersiapkan berbagai perizinan yang dibutuhkan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.

“Karena itu, kami berharap dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk relokasi ini,”ucapnya.

Sementara, Dian Octavia selaku Senior Community Manager Regal Springs Indonesia menyampaikan, sejalan rencana relokasi tersebut pihaknya juga melakukan kajian pemetaan sosio ekonomi di Kecamatan Uluan dan Porsea, Kabupaten Toba.

“Kami berdiskusi dengan jajaran pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan warga setempat untuk memperoleh masukan terkait rencana relokasi ini. Kami juga melakukan pemetaan tentang apa saja yang dibutuhkan masyarakat setempat. Pada intinya, kami menginginkan bahwa kehadiran Regal Springs Indonesia di lokasi yang baru dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Termasuk juga untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal,”ujarnya.

Dian Octavia menegaskan, sesuai komitmen perusahaan dalam menerapkan Program Keberlanjutan Terpadu Kami Peduli, pihaknya ingin menjalankan operasional sesuai prinsip-prinsip bertanggungjawab dan ramah lingkungan.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan