Kembali Pada Semangat Sumpah Pemuda, Geprindo Ajak Jong Batak Lenyapkan ‘Kotak-Kotak’

Kembali Pada Semangat Sumpah Pemuda, Geprindo Ajak Jong Batak Lenyapkan ‘Kotak-Kotak’.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak mengajak para pemuda Batak untuk kembali kepada semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

 

Dengan semangat itu, Jong Batak Bond yang merupakan salah satu elemen pemuda pribumi di masa itu menjadi salah satu motor pemersatu Indonesia dan mendorong Indonesia berjuang memerdekakan diri dari penjajahan kolonial.

 

“Jong Batak Bond jadilah patriot pribumi. Sejarah sudah membuktikan itu. Pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, semangat dan jiwa yang berkobar-kobar untuk melawan penidasan dan penjajahan. Kita harus kembali ke semangat itu,” tutur Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak, dalam keterangan pers, yang diterima redaksi, Kamis (30/03/2017).

 

Bastian menerangkan, bila membaca sejarah bangsa ini, terutama Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, sebuah momen bangkitnya anak-anak muda dari semua suku dan agama di Indonesia, sebuah semangat persatuan dan kesatuan yang melenyapkan kotak-kotak.

 

“Kita akan menemukan satu kelompok yang ikut membidani lahirnya Sumpah Pemuda, mereka adalah Jong Batak atau Jong Bataks Bond. Menyatu dan meleyapkan kotak-kotak,” ujarnya.

 

Lebih jauh, berdasarkan Anggaran Dasar-nya, ada beberapa poin yang melatarbelakangi lahirnya Jong Bataks Bond. Menurut Bastian, secara umum berdirinya organisasi ini berlandasakan ke-Batakan dan Ke-Indonesiaan.

 

Misalnya, upaya mengangkat kembali budaya gotong royong kuno yang dikenal nama Raron atau dalam literatur bahasa Toba disebut Marsiurupan.

 

“Kehadiran Jong Batask Bond di masa perjuangan merupakan bukti nyata bahwa Jong Batak berperan aktif dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

 

Beberapa pemuda Batak kemudian menjelma menjadi pejabat negara. Dia menerangkan, sejarah mencatat Amir Syarifuddin Harahap dan Burhanuddin Harahap pernah menjadi Perdana Menteri Indonesia. Sejarah juga mencatat beberapa Jong Batak menjadi Pahlawan Nasional, sebut saja A.H Nasution, Adam Malik Batubara, serta masih banyak lagi Jong Batak yang berperan melawan kolonialisme dan imperialisme, serta bentuk penjajahan Asing terhadap Bangsa Indonesia.

 

Catatan sejarah itu, lanjut dia, memberi gambaran bahwa Jong Batak di masa lalu merupakan patriot bangsa.

 

“Tidak bisa dibeli, apalagi menjual bangsa dan negaranya sendiri,” katanya.

 

Bastian pun menyampaikan, Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) berharap Jong Batak di masa ini agar meneladani mereka, bukan malah menjadi perpanjangan tangan neo-imperialisme dan neo-kolonialisme.

 

“Jong Batak sejati akan selalu bersama rakyat dan membela kepentingan rakyat apapun profesinya dan dimanapun ia berada. Sementara Jong Batak secara biologis namun tidak secara ideologis akan bersikap sebaliknya,” katanya.

 

Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) mengajak serta menghimbau Jong Batak untuk membaca sejarah, meneladani, dan tak lupa mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Jong Batak harus menyadari bahwa anak-cucu bangsa ini dalam ancaman besar, anak-anak pribumi terancam tidak memiliki apapun di negeri sendiri nantinya.

 

“Padahal, mereka pewaris tunggal tanah air Indonesia. Bangkitlah Jong Batak, jadilah patriot bangsa yang tidak bisa dibeli oleh bangsa Asing manapun. Mari jadikan anak-anak Pribumi sebagai tuan di negeri sendiri,” pungkas Bastian.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan