Breaking News

Kembali Naikkan Harga BBM Diam-Diam, Pemerintah Kok Malah Jadi Perampok Duit Rakyat

Kembali Naikkan Harga BBM Diam-Diam, Pemerintah Kok Malah Jadi Perampok Duit Rakyat.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kembali dilakukan pemerintah mendapat reaksi keras dari masyarakat.

Pemerintah sebagai penguasa dianggap telah dengan sengaja merampok duit rakyat dengan jor-joran. Koordinator Divisi Jaringan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jakarta Agus Evendi Sigalingging menyampaikan, pemerintah tidak peduli dengan kesulitan hidup masyarakat Indonesia.

“Kondisi perekonomian rakyat sedang goyang, tidak stabil, penghasilan masyarakat morat-marit, eh pemerintah malah menaikkan kembali harga BBM secar diam-diam. Ini sama saja dengan sedang merampok. Rampoknya pun jorjoran,” tutur Agus Evendi Sigalingging, di Jakarta, Senin (02/07/2018).

Dia menduga, kekuasaan Jokowi sedang mencari uang sebanyak-banyaknya untuk amunisi politik menuju Pilpres 2019 dengan mengorbankan nyawa rakyat Indonesia. Hak-hak masyarakat tidak dipenuhi, malah dengan sengaja menghabisi sumber-sumber penghidupan layak yang dimiliki masyarakat.

“Daya beli masyarakat kian anjlok. Nilai tukar Rupiah pun kian terpuruk. Subsidi terus menerus dihentikan, memaksa masyarakat untuk memenuhi syahwat politik penguasa menuju Pilpres 2019. Ini harus tegas diperingatkan dan dihentikan,” tutur Evendi.

Karena itu, dia pun mengajak masyarakat menolak berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Penolakan terhadap kebijakan mencabut subsidi rakyat, lanjut dia, harus dilakukan. Bahkan, upaya menghentikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang kian memiskinkan warga negara mesti di-setop.

“Hak-hak rakyat tidak dipenuhi, malah dengan sengaja dan arogan terus menerus pemerintah memaksakan kebijakannya yang sudah melenceng dari cita-cita Indonesia. Ini harus dihentikan dong. Hak-hak dasar dan hak-haka asasi manusia Indonesia sedang diperlakukan sewenang-wenang,” ujarnya.

Evendi berharap, pemerintahan Jokowi berhenti memaksakan kehendaknya sendiri. Suara dan aspirasi riil masyarakat yang tertindas harus didengarkan. “Hentikan kebijakan mencabut subsidi dari masyarakat, hentikan kenaikan harga BBM. Tolong dipenuhi hak-hak masyarakat, penuhi janji-janji di Pilpres lalu,” pungkasnya.

Vice President Coorporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito membenarkan adanya kebijakan menaikkan harga BBM oleh pemerintah.

Pertamina menaikkan harga BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series. “Mulai 1 Juli 2018, penyesuaian harga itu berlaku di SPBU seluruh Indonesia,” tutur Adiatma dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Adiatma Sardjito mengemukakan, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex, merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata mencapai 75 dolar per barel.

“Bahan baku BBM adalah minyak mentah, tentunya ketika harga minyak dunia naik akan diikuti dengan kenakan harga BBM. Dan patut diketahui saat ini Indonesia merupakan negara pengimpor minyak karena tidak seimbangnya antara supply dan demand, serta kecenderungan permintaan meningkat karena pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex  tersebut, dilakukan Pertamina sebagai badan usaha, dengan mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta  Rp 9.500/liter, sementara Pertamax Turbo Rp 10.700/ liter. Sedangkan untuk Dex Series, ditetapkan harga Pertamina Dex Rp 10.500/liter, dan Dexlite Rp 9.000/liter. Sementara itu harga Pertamax di wilayah Indonesia Timur seperti di Maluku dan Papua mengalami penurunan menjadi Rp. 9.700/liter.

“Penyesuaian harga ini juga dalam rangka Pertamina tetap bisa bertahan untuk menyediaakan BBM dengan pasokan yang cukup sesuai kebutuhan secara terus menerus sehingga tidak mengganggu konsumen dalam beraktifitas sehari-hari dimanapun,” ujarnya.

Pertamina juga mengapresiasi masyarakat yang setia menggunakan BBM berkualitas, ramah lingkungan dan sesuai dengan spesifikasi kendaraannya. Karena itu perubahan harga BBM Pertamax Series  dan Dex Series, menurut Adiatma masih lebih kompetitif. “Kami senantiasa memberikan BBM dengan kualitas dan harga terbaik bagi konsumen setia Pertamina,” ujarnya.

Adiatma menjelaskan, untuk penyesuaian harga BBM umum selengkapnya di beberapa daerah, bisa dilihat di website www.pertamina.com yaitu https://www.pertamina.com/id/news-room/announcement/daftar-harga-bbk-tmt-1-juli-2018.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*