Kekuatan Besar Ekonomi Rakyat Kecil, Ketua Umum APKLI: Bangkitkan Puluhan Juta Dagang Kelontong Lewat Toko Gumregah Palapa Nusantara

Ada Kekuatan Besar Ekonomi Rakyat Kecil, Ketua Umum APKLI: Bangkitkan Puluhan Juta Kelontong Lewat Toko Gumregah Palapa Nusantara.
Ada Kekuatan Besar Ekonomi Rakyat Kecil, Ketua Umum APKLI: Bangkitkan Puluhan Juta Kelontong Lewat Toko Gumregah Palapa Nusantara.

Puluhan juta kelontong agregat dibangkitkan lewat Toko Gumregah Palapa Nusantara. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun Atmo mengatakan, kelontong agregat ini adalah kekuatan besar ekonomi rakyat kecil.

Gumregah adalah kata di Bahasa Jawa yang berarti bangkit atau semangat. Ali mengatakan, pihaknya menamai Toko Gumregah Palapa Nusantara sebagai era kebangkitan kaum kawulo alit atau masyarakat kecil dalam mengembangkan perekonomiannya.

“Kepada seluruh rakyat, kepada segenap pemangku kepentingan di republiki ini. Bahwa puluhan juta warung-warung, kelontong-kelontong, toko-toko di seluruh pelosok kampung. Di seluruh pelosok pedesaan, nagari dan kelurahan adalah mata pencaharian rakyat dan bangsa kita, yang menghidupi ratusan juta penduduk yang ada di bumi nusantara,” tutur Ali Mahsun, Sabtu (28/09/2019).

Ali menjelaskan logo gumregah sudah diluncurkan pada Senin Pahing, 9 September 2019, di Markas Besar Perjuangan Rakyat Kecil-Kawulo Alit, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Dan pada Jumat kliwon, tanggal 27 bulan 9 tahun 2019, saya menjalani sebuah amanah mencanangkan Toko Gumregah Palapa Nusantara,” ujar Ali.

Menurutnya, dengan spirit gumregah, kekuatan perekonomian rakyat kecil akan menjadi juru selamat perekonomian nusantara. Toko Gumregah Palapa Nusantara, kata dia lagi, ditargetkan akan tersebar sebanyak 25 toko di setiap desa di seluruh Indonesia.

“Saya haqqul yakin, jika spirit ini merasuki hati seluruh mahluk di alam semesta, baik yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata, maka Toko Gumregah Palapa Nusantara akan menjadi juru selamat ekonomi rakyat dan bangsa kita. Akan menjadi juru selamat kedaulatan ekonomi bangsa kita. Akan menjadi juru selamat kedaulatan dan keutuhan bangsa dan negara yang kita cintai,” tuturnya.

Ali mengatakan, dengan 25 toko setiap desa, maka per kelurahan diharapkan juga ada 50 toko sejenis, untuk membangkitkan perekonomian rakyat kecil.

“Dengan  di seluruh tanah air  jumlah desa 75 ribu dan keluarahan ada 8.900, akan kita bangkitkan kembali 2,3 juta Toko Gumregah Palapa Nusantara,” ujarnya.

Toko ini, lanjutnya, akan dikelola secara professional. Penanganan berbasis base on economy, base on business. Yang dilakukan secara integrative. “Dan rakyat kecil, para kawulo alit menjadi pelaku Toko Gumregah Palapa Nusantara. Sistem apklikasi teknologinya tengah dipersiapkan. Permodalannya juga tengah dipersiapkan. Demikian juga barang-barang dan jasa yang akan dijual tengah dipersiapkan.

“Semuanya ditangani secara profesional berbasis sistem. Kita sudah komitmen dengan lembaga keuangan, insyaallah setiap Toko Gumregah Palapa Nusantara akan kita inject modal, tanpa anggunan,” ujar Ali.

Dia menjelaskan, bantuan permodalan mulai sebesar Rp 5 juta hingga Rp 15 juta akan diberikan. Sehingga ada sekitar sebanyak Rp 11,5 triliun hingga Rp 34,5 triliun untuk permodalan yang akan di-inject ke sebanyak 2,3 juta Toko Gumregah Palapa Nusantara di seluruh tanah air.

Ke depan, lanjutnya, rakyat di kampung-kampung, di desa-desa, di nagari dan kelurahan, walupun di toko atau kelontongnya hanya ada 50 barang yang dijual, namun dapat menjual barang lebih dari 3000 item. Mereka juga menjadi agen point payment online banking (PPOB) yang bisa menerima pembelian tiket, pembayaran listrik, dan transaksi-transaski perbankkan lainnya berbasis e-commerce.

“Toko Gumregah Palapa Nusantara ini saya yakini akan menjadi trigger, akan menjadi tetesan darah bangkitnya kembali ekonomi rakyat. Bangkitnya kembali kekuatan dan kedaulatan ekonomi bangsa kita. Yang nantinya dan segera kita agregagsikan dengan segenap kekuatan dan sumber daya nusantara yang sangat melimpah,” tuturnya.

Dan agregasi kekuatan ekonomi rakyat kecil-kawulo alit dan sumber daya nusantara, Ali meyakini, Indonesia akan segera menjadi sebuah kekuatan raksasa ekonomi dunia. Hal itu pula sudah ditegaskannya ketika Deklarasi Palapa Lima Indonesia, pada Selasa Legi tanggal 7 Januari 2014, di Pendopo Agung Trowuluan Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut Ali, dalam menghadapi era superkapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0, satu-satunya harapan, dan satu-satunya yang bisa mempertahankan ekononomi rakyat dan bangsa adalah melibatkan rakyat menggerakkan roda ekonomi.

Oleh karena itu, dia mengatakan, keberadaan Toko Gumregah Palapa Nusantara merupakan satu kesatuan utuh dari Revolusi Ekonomi Rakyat Nusantara yang memiliki lima prinsip mendasar.

Yaitu rakyat harus memiliki saham. Rakyat harus mendapatkan deviden. Rakyat harus mendapatkan fasilitas usaha produktif. Usaha dan pekjerjaan rakyat harus maju, berkembang dan unggul menghadapi era superkapitalis dan revolusi industri 4.0/5.0.

“Hidup rakyat, hidup segenap bangsa kita. Sejahtera dan makmur secara berkeadilan, serta tatanan nilai, budaya dan peradaban warisan leluhur nusantara terawat dan lestari. Keberadaan Toko Gumregah Palapa Nusantara menjadi pendulum, menjadi trigger, dan tetesan darah yang merangsekkan seluruh piranha-piranha kekuatan dan sumber daya ekonomi di seluruh wilayah tanah air,” tutupnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan