Kejati Sumut Tahan 3 Tersangka Kasus Korupsi Taman Rekreasi Senilai Rp 1,4 Miliar

Kejati Sumut Tahan 3 Tersangka Kasus Korupsi Taman Rekreasi Senilai Rp 1,4 Miliar.
Kejati Sumut Tahan 3 Tersangka Kasus Korupsi Taman Rekreasi Senilai Rp 1,4 Miliar.

Tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menjebloskan 3 tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan taman rekreasi Tapian Siri Siri (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) di Kabupaten Mandailing Natal ke Rumah Tahanan Negara Klas IA Tanjung Gusta, Medan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agun g (Kapuspenkum) Mukri menerangkan, para tersangka ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 24 Juli-12 Agustus 2019.




Adapun ketiga tersangka tercatat sebagai pegawai di lingkup Kabupaten Mandailing Natal. Mereka ialah Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Rahmadsyah Lubis, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Khairul Akhyar Rangkuti, dan PPK Dinas Perkim Edy Djunaidi.

Jajaran Kejati Sumut membeberkan bahwa penahanan pada pukul 16.00 WIB, Rabu (24/7), itu dilakukan setelah ketiga tersangka rampung menjalani pemeriksaan secara intensif. Pemeriksaan oleh tim jaksa penyidik Pidsus Kejati Sumut berlangsung selama 5 jam.

“Kerugian negara yang ditimbulkan akibat pelanggaran pidana korupsi dalam pengerjaan pembangunan TSS dan TRB, sesuai audit dari kantor akuntan publik, diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar,” tutur Mukri, Kamis (25/07/2019).




Modus yang dilancarkan ketiga tersangka dalam menyalahgunakan uang negara, yaitu melakukan pembangunan tanpa perencanaan dan tidak mengantongi izin terkait kawasan pelaksanaan pekerjaan merupakan kawasan sempadan sungai, serta indikasi pekerjaan tidak melalui mekanisme tender atau lelang terbuka.

Diketahui, dana pembangunan pusat rekreasi TSS dan TRB berasal dari APBD Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2015.

Proyek yang dilaksanakan di aliran sungai Batang Gadis itu menghabiskan dana sebesar Rp. 8 miliar.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan