Kejati Kalbar Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dinas PUTR Kabupaten Ketapang

KALIMANTAN – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) melakukan penahanan terhadap lima tersangka kasus dugaan korupsi terkait dua proyek pembangunan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2017.

Kepala Kejati Kalbar, Masyhudi mengatakan penahanan terhadap ke lima tersangka selama 20 hari di Rutan Pontianak dilakukan setelah para tersangka menjalani pemeriksaan.

“Mereka kita tahan untuk memudahkan proses penyidikan dan adanya kekhawatiran tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya,” kata Masyhudi, Senin (15/02/2021).

Dia menyebutkan dari ke lima tersangka, salah satunya yaitu tersangka HMKP selaku Site Manager Konsultan Pengawas terlibat dalam kedua kasus.

Kasus pertama, jelasnya, terkait proyek pembangunan jalan Balai Berkuak-Mereban (Soil Cement HRS) bersama tersangka EK selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan AM Direktur PT Sumismu.

“Proyek ini diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,8 miliar dari pagu anggaran Rp 9,4 miliar dengan yang telah berhasil kita selamatkan sebesar Rp 360 juta,” ujarnya.

Dia menambahkan, terhadap uang sebesar Rp 360 juta yang telah disita untuk dijadikan sebagai barang bukti tersebut kini dititipkan pihaknya di Bank Mandiri Cabang Pontianak.

“Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat. Sedangkan modus yang dilakukan ketiga tersangka, yakni pengerjaan atau spesifikasi tidak sesuai dengan kontrak,” katanya.

Sedang kasus kedua, kata Masyhudi, tersangka HMKP terlibat dugaan korupsi bersama M selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan ES Direktur PT Sabarindo Cipta Anugrah dalam proyek pembangunan atau peningkatan Jalan Simpang 2 Perawas.

Menurutnya, proyek tersebut berpagu anggaran Rp 11 miliar dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp 236 juta.

“Untuk kasus proyek pembangunan atau peningkatan Jalan Simpang 2 Perawas telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 270 juta,” ungkapnya.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan