Kejati DKI Teliti Berkas Kasus Pembobolan ATM BCA Ramyadjie Priambodo

Dikembalikan ke Penyidik, Kejati DKI Belum Terima Kembali Berkas Ratna Sarumpaet.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menunjuk jaksa peneliti untuk mengikuti proses penyidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya atas kasus Pembobolan ATM BCA dengan tersangka Ramyadjie Priambodo alias RP.
Penunjukan itu dilakukan setelah Kejati DKI Jakarta menerima pelimpahan berkas perkara dari penyidik Polda Metro Jaya.
“Kepala Kejati DKI menunjuk jaksa peneliti sebanyak dua orang untuk mengikuti perkembangan penyidikan yang dilaksana oleh pihak penyidik Polda,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (04/04/2019).
Nirwan menjelaskan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidiakan (SPDP) atas nama tersangka berinisial RP pada akhir Februari 2019 dari penyidik Direskrimsus Polda Metro Jaya.
Selang sehari, kata Nirwan, penyidik Polda Metro Jaya kembali mengirimkan surat pemberitahuan penetapan tersangka terhadap RP denganNomor B/3766/II/RES.2.5/2019/Datro tanggal 27 Febuari 2019.
“Jadi benar kita sudah terima SPDP kasus dugaan tindak pidana tersebut,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Nirwan, akan dilakukan penelitian berkas apakah telah memenuhi unsur formil dan materil atau belum. “Jika belum maka nanti akan dikembalikan berkasnya ke penyidik dengan petunjuk jaksa,” ujarnya.
Dalam melakukan penelitian berkas perkara, lanjutnya, sebagaimana kitab Undang Undang Hukum Pidana memberikan waktu kepada jaksa selama 14 hari untuk melakukan penelitian.
Lebih lanjut, dalam SPDP dan berkas perkara, RP diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pola skimming dan terjerat pasal 362 KUHP Jo. pasal 30 Jo. pasal 46 UU TPPU. “Tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya.
Diketahui, Polda Metro Jaya menciduk Ramyadjie Priambodo alias RP atas kasus pembobolan ATM BCA dengan teknik pencurian data nasabah. Penangkapan itu dilakukan setelah penyidik menerima laporan tertanggal 11 Februari 2019.
Tersangka ditangkap di bilangan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan tanggal 26 Februari 2019. Dalam penangkapan ini, polisi turut menyita sejumlah bukti di antaranya yakni beberapa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), laptop, masker dan peralatan skimming dengan gugaan kerugian mencapai Rp 300 juta.(Richard)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*