Kejati DKI Belum Terima SPDP Kasus Ratna Sarumpaet

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta hingga kini belum menerima Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus berita palsu atau hoax yang sempat membuat kegaduhan dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

“Belum kami terima SPDP-nya,” singkatnya kepada wartawan, Jumat (05/10/2018).

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Penerangan hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi. Ia mengakatan hingga Jumat (05/10/2018) kemarin, belum ada SPDP atas nama tersangka Ratna Sarumpaet yang diterima Kejati DKI Jakarta dari penyidik Polda Metro Jaya. “Sampai Jumat SPDP itu belum kami terima, kita tunggu saja,” ujarnya.

Seperti diketahui dalam putusan Mahkamah Konsitusi (MK) disebutkan bahwa penyidik wajib mengirimkan SPDP kepada penuntut umum (Kejaksaan), terlapor, dan korban/pelapor dalam waktu paling lambat 7 hari setelah dikeluarkannya surat perintah penyidikan.

Sebelumnya, aktivis senior Ratna Sarumpaet yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus berita hoax. Tak lama setelah itu Ratna resmi ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya. Ratna ditahan usai menjalani pemeriksaan secara maraton di Polda Metro Jaya sejak dilakukan penangkapan di Bandara Soekarno Hatta.

“Tersangka ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Nomor: SPH/925/10/2018/Dit. Reskrimum, ditahan 20 hari kedepan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat.

Menurutnya, Ratna ditahan setelah penyidik melakukan pemeriksaan, dan kemudian ditemukan alat bukti, baik bukti petunjuk, keterangan saksi dan keterangan tersangka serta alasan subjektif yakni penyidik tidak ingin tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti. ”Tersangka sudah menandatangani surat penahanan,” ujarnya.

Sementara untuk saksi-saksi lain yang akan dipanggil selain Amien Rais, Argo belum dapat menyampaikannya. “Nanti ya kita belum dapatkan dari penyidik, nanti timelinenya seperti apa,” ucapnya.

Kasus berita hoax Ratna Sarumpaet ini sempat membuat heboh. Pasalnya, Ratna Sarumpaet merupakan salah seorang Juru Kampanye Nasional Capres-Cawapres Nomor 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Tadinya, Ratna mengaku bahwa dirinya dianiaya di Bandung, Jawa Barat dengan bukti lebam disekujur wajahnya kepada Prabowo Cs.

Usai mendapatkan pengakuan Ratna, Prabowo langsung menggelar jumpa pers yang menyatakan bahwa pihaknya prihatin dan menyesalkan kejadian  yang menimpa Ratna Sarumpaet. Bahkan pengakuan Ratna ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Melihat kegaduhan, Polri melakukan langkah-langkah penyelidikan. Selama proses penyelidikan Polri tidak menemukan bukti bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya oleh orang yang tak dikenal.

Melihat proses penyelidikan, Ratna mulai merasa terpojok, dan yang akhirnya Ratna menggelar jumpa pers. Secara mengejutkan Ratna Sarumpaet mengakui soal penganiayaan itu berita dan informasi palsu atau hoax yang diciptakannya sendiri. Soal lebam diwajahnya merupakan dampak dari tindakan operasi bedah penyedotan lemak.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan