Kejati DKI Bakal Panggil Kembali YF Terkait Kasus Pengadaan Alat-Alat Berat Dinas Bina Marga

Kejati DKI Bakal Panggil Kembali YF Terkait Kasus Pengadaan Alat-Alat Berat Dinas Bina Marga

- in HUKUM
29
0

JAKARTA – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta bakal memanggil kembali Yusmada Faisal alias YF dan lainnya terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan di Dinas Bina Marga DKI Jakarta UPT Alkal 2015.

Diketahui, YF merupakan mantan Kepala Dinas Bina Marga dan PPA saat proyek tersebut berjalan.

“Pemanggilan kembali pihak-pihak (Red-YF) yang dimintai keterangan untuk memperdalam keterangan masih dimungkinkan tergantung fakta penyelidikan yang didapat,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam kepada Sinarkeadilan.com, Selasa (18/05/2021).

Ashari menjelaskan, saat ini penyidik pidana khusus masih mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi. “Belum pada kesimpulan hasil penyelidikan,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, pihaknya akan tetap melanjutkan proses kasus tersebut hingga tuntas. “Iya, tetap berjalan dan belum disimpulkan,” tegasnya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jakarta Procurement Monitoring (JPM), Ivan Parapat mendesak penyidik pidana khusus Kejati DKI Jakarta untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan di Dinas Bina Marga DKI Jakarta UPT Alkal 2015.

Menurutnya, penuntasan kasus tersebut agar terciptanya kepastian hukum, mengingat kerugian negara yang timbul akibat proyek itu cukup besar, serta upaya pengembalian kerugian negara.

“Berdasarkan hasil audit BPK terindikasi kerugian daerah senilai Rp 13.432.155.000,-. Ini cukup besar. Dan kami meyakini bahwa setiap orang sama kedudukannya di dalam hukum (Equality Before the Law) tak terkecuali pada kasus dugaan tindak pidana korupsi,” kata Ivan Parapat di Jakarta, Selasa (18/05/2021).

Ivan menjelaskan, sebagaimana diketahui, Kejati DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan terhadap Yusmada Faisal alias YF mantan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada tanggal 21 April 2021 terkait temuan BPK Perwakilan Jakarta 2016 di Dinas Bina Marga DKI Jakarta, di mana pada 2015 Dinas Bina Marga UPT Alkal melaksanakan pengadaan alat-alat berat penunjang perbaikan jalan berdasarkan Surat Perjanjian Nomor: 30/-077.32 tanggal 25 Juni 2015 senilai Rp 36.100.000.000,- dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan terhitung mulai 25 Juni sampai 22 Oktober 2015.

Menurutnya, penentuan harga barang/paket menggunakan metode e-Purchasing melalui aplikasi e-Katalog yang disediakan LKPP, dengan harga satu paketnya Rp 1.700.000.000,-.

“Sebetulnya ini kasus lama dan sudah menghasilkan 2 tersangka, yaitu Kepala UPT Alkal Hamdan dan Direktur PT DMU Itrianto. Dan mestinya tidak rumit untuk menanganinya,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan YF yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta belum memberikan tanggapan atas penanganan kasus tersebut.(Richard)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

JPM Apresiasi Kejati DKI periksa Oknum Pejabat Pemprov DKI terkait Kasus Dinas Bina Marga

JAKARTA – LSM Jakarta Procurement Monitoring (JPM) mengapresiasi