Kejari Banda Aceh Eksekusi 4 Pelaku Pelanggar Syariat Islam dengan Hukum Cambuk

Kejari Banda Aceh Eksekusi 4 Pelaku Pelanggar Syariat Islam dengan Hukum Cambuk

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL, PROFIL
216
0
Foto: Pelaksanaan Hukum Cambuk oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh kepada 4 Pelaku Pelanggar Syariat Islam di Taman Sari, Kota Banda Aceh, Senin 1 Juli 2024, sekira pukul 10.45 WIB. (Dok)Foto: Pelaksanaan Hukum Cambuk oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh kepada 4 Pelaku Pelanggar Syariat Islam di Taman Sari, Kota Banda Aceh, Senin 1 Juli 2024, sekira pukul 10.45 WIB. (Dok)

Kejaksaan Negeri Banda Aceh di bawah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Suhendri, sudah mengeksekusi uqubat cambuk terhadap 4 orang pelanggar Syariat Islam di wilayah hukum yang dipimpinnya.

Pelaksanaan eksekusi terhadap 4 terduga pelaku pelanggar Syariat Islam dilaksanakan secara terbuka untuk umum yang dilaksanakan di Taman Sari, Kota Banda Aceh, Senin 1 Juli 2024, sekira pukul 10.45 WIB.

Sekitar 50 orang hadir menyaksikan sang algojo mencambuk para pelaku di bagian punggung yang hukumannya bervariasi sesuai aturan Hukum Syariat di Aceh.

Keempat pelanggar tersebut dikenai hukuman cambuk sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Hukum Jinayat.

Terduga pelaku yang terkena hukuman cambuk, yakni terduga pelaku berinisial MFA, AS, dan Y terkena uqubat hudud cambuk sebanyak 40 kali dengan tambahan ta’zir cambuk 5 kali di depan umum, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sebanyak 3 kali cambuk.

Sedangkan terduga pelaku berinisial CR dikenakan uqubat ta’zir cambuk sebanyak 20 kali, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sebanyak 1 kali cambuk.

Eksekusi hukuman cambuk ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting di wilayah hukum Kota Banda Aceh, di antaranya, Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Suhendri, Sekretaris Daerah, Hakim Pengawas Mahkamah Syar’iyah, Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Satpol PP & WH, Dokter Puskesmas Baiturrahman, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Banda Aceh.

Kepala Kejari Banda Aceh, Suhendri mengatakan eksekusi cambuk ini merupakan salah satu bentuk penerapan Syariat Islam di Aceh.

“Hukuman cambuk diberikan kepada para pelanggar sebagai bentuk pembinaan dan penjeraan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ucapnya.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sambutan Ketua Umum PGI pada Resepsi Interfaith PBNU Bersama Imam Besar Masjid Al-Azhar Mesir; Pdt Gomar Gultom: Mari Bersama-Sama Selamatkan Peradaban, Selamatkan Kemanusiaan, Selamatkan Keberagaman

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta