Kejaksaan Harus Berada Di Barisan Terdepan Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kejaksaan Harus Berada Di Barisan Terdepan Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL
30
0
Jaksa Agung Republik Indonesia Dr ST Burhanuddin: Kejaksaan Harus Berada Di Barisan Terdepan Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional. (Net)Jaksa Agung Republik Indonesia Dr ST Burhanuddin: Kejaksaan Harus Berada Di Barisan Terdepan Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional. (Net)

Hari Ulang Tahun Kejaksaan Republik Indonesia atau yang kerap disebut dengan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) tahun 2020 ini diperingati dengan menggelar Upacara Online.

HBA Ke 60 ini berlangsung di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum juga surut.

Dalam amanahnya, Jaksa Agung Republik Indonesia Dr ST Burhanuddin yang memimpin Upacara Online HBA Ke 60 ini menyampaikan, Indonesia yang sedang dilanda krisis dan pandemi virus corona atau Covid-19 harus segera diatasi secara bersama-sama.

Korps Adhyaksa, lanjutnya, harus berada di barisan terdepan untuk mengatasi pandemi dan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2020 mengangkat tema Terus Bergerak Dan Berkarya. Tema ini sangat relevan untuk mengingatkan serta menggugah kembali komitmen Korps Adhyaksa agar tetap produktif, inovatif, optimal, dan tidak surut di tengah berbagai kendala, hambatan, atau dalam kondisi sesulit apapun.

“Terlebih saat ini negara kita tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak di seluruh sektor kehidupan masyarakat,” ujar Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin, Rabu (22/07/2020).

Pandemi yang telah berlangsung lebih dari 3 bulan ini tidak hanya berimbas pada kesehatan semata, namun juga memukul perekonomian Indonesia, bahkan perekonomian dunia.

“Bertolak dari situasi darurat tersebut, pelaksanaan peran dan tanggung jawab segenap jajaran Kejaksaan harus diiringi dengan tingginya respon dan kepekaan terhadap krisis atau sense of crisis yang tengah berlangsung,” pintanya.

Sikap tersebut akan mendorong dan menggerakkan kejaksaan secara solid dan militan untuk peduli, proaktif, dan turut berkontribusi secara positif dalam upaya percepatan penanganan krisis.

“Untuk itu, dalam situasi ini jangan sampai kita mengendurkan semangat atau bahkan bermalas-malasan. Situasi krisis ini justru seharusnya memicu kita untuk senantiasa tetap bergerak, merapatkan barisan, dan bekerja keras guna memastikan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara benar-benar terlayani. Wujudkan terus nilai keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum, sehingga kehadiran Kejaksaan dapat dirasakan manfaatnya di masa pandemi ini,” lanjutnya.

Di samping itu, dalam kondisi diberlakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru, hendaknya seluruh aparatur Kejaksaan segera beradaptasi dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di tempat kerja.

“Kesehatan dan keselamatan diri adalah hal yang paling utama ketika kita semua dituntut untuk meningkatkan performa kinerja di masa pandemi,” imbuhnya.

Di tengah situasi krisis ini, lanjutnya, hendaknya segenap jajaran memahami kapasitasnya sebagai pilar utama yang mendukung dan memastikan setiap kebijakan pemerintah, dalam upaya memerangi Covid-19 dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Hal itu semata-mata ditujukan agar kesejahteraan dan keselamatan rakyat Indonesia dapat terjamin di masa yang sulit ini.

“Oleh karena itu, selaku aparat penegak hukum, kita bertanggungjawab penuh untuk menghadirkan penegakan hukum yang determinan dalam memacu akselerasi penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” jelas Burhanuddin.

Percepatan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional akan memunculkan sejumlah tantangan. Dukungan dan ketegasan menjadi sangat urgen dan krusial untuk menjamin setiap tahap pelaksanaan kebijakan pemerintah dilakukan dengan cara yang benar, sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Segala daya upaya perlu dikerahkan secara sinergis melalui jalinan kerja sama dan koordinasi yang harmonis dengan para pemangku kepentingan atau stake holder.

Keterpaduan lintas sektoral tersebut, diharapkan menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan Indonesia agar dapat bangkit dari Pandemi Covid-19 ini.

Kejaksaan RI juga melakukan terobosan yakni dengan mengoptimalisasikan sumber daya teknologi informasi untuk mengatasi kendala teknis dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan RI yang ditimbulkan Covid-19, yaitu dengan menggelar persidangan perkara pidana secara online di seluruh Indonesia.

Kejaksaan RI juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang percepatan kemudahan berusaha untuk mendorong peningkatan investasi, yaitu dengan pembentukan Satuan Tugas Pengamanan Investasi Kejaksaan RI.

Demikian halnya dengan Bidang Tindak Pidana Khusus dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara yang dengan kerja kerasnya telah berhasil menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara secara signifikan.

“Dari hasil kerja keras seluruh aparat Kejaksaan tersebut di atas, Syukur Alhamdulilah, tingkat kepercayaaan masyarakat semakin meningkat,” jelas Burhanuddin.

Jaksa Agung Burhanuddin menegaskan kembali Perintah Harian kepada jajarannya. “Diakhir sambutan pada HBA ke-60 ini, saya menyampaikan Perintah Harian untuk diperhatikan dengan baik dan cermat, sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas kepada seluruh jajaran Keluarga Besar Adhyaksa dimanapun berada,” tegasnya.

Perintah Harian Jaksa Agung Republik Indonesia itu adalah, satu,  Tanamkan Jiwa Tri Krama Adhyaksa. Dua, sebagai Pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan.

Tiga, rapatkan barisan untuk terus bergerak dan berkarya dalam matan jiwa Korps Adhyaksa yang solid dan militan.

Empat, wujudkan penegakan hukum berkeadilan. Lima, yang mampu memberikan kepastian hukum dan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Enam, tingkatkan pelayanan publik yang transparan, efektif, serta efisien guna memulihkan dan membangun kepercayaan publik.

Tujuh, segera beradabtasi dengan kebiasaaan.

“Baru, melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Burhanuddin.

Delapan, sukseskan dan pastikan setiap kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sembilan, wujudkan netralitas, independensi dan peran aktif dalam pelaksanaan Pilkada. Sembilan, jaga citra dan kewajiban aparatur kejaksaan melalui penguatan integritas dan profesionalitas.

“Akhirnya, Saya ucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-60. Disertai doa dan harapan, semoga Korps Adhyaksa semakin baik, kuat, dan Jaya. Semoga pula Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan perlindungan dan pertolongan, agar kita terus bergerak dan berkarya dengan lebih sungguh-sungguh dalam memenuhi pengabdian terhadap masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Burhanuddin.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like