Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi Pembuatan Tanki Pendam di Jambi, Seorang Wiraswastawan Diperiksa Penyidik

Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi Pembuatan Tanki Pendam di Jambi, Seorang Wiraswatawan Diperiksa Penyidik.

Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) melakukan pemeriksaan terkait dugaan korupsi pembuatan tanki pendam fiktif di Muara Sabak, Jambi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, M Rum mengatakan, penyidik memeriksa Rederick W. Darwin pekerja Wiraswasta sebagai saksi dalam kasus tersebut.

“Rederick W. Darwin hadir sekitar pukul 09.00 WIB memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi,” kata Rum di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (05/09/2017).

Rum menjelaskan, dalam pemeriksaan, saksi menerangkan mengenai kontrak antara PT Berdikari Petro dengan PT Dok dalam pembuatan tanki pendam di Muara Sabak, Jambi.

“Untuk kasus ini penyidik telah memeriksa saksi sebanyak 18 (delapan belas) orang,” ujarnya.

Kasus ini bermula sekitar bulan Agustus tahun 2010. PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan kontrak dengan PT Berdikari Petro untuk melakukan pembangunan tanki pendam di Muara Sabak, Jambi dengan nilai Rp 179.928.141.879 yang dalam pelaksanaannya PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan sub kontrak kepada AE Marine, Pte. Ltd di Singapura.

Selanjutnya, ada rekayasa progres fisik (bobot fiktif) pembangunan tanki pendam di Muara Sabak, Jambi. Kemudian PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan transfer sebesar 3.963.725 dolar Amerika kepada AE Marine. Pte, Ltd, namun dalam pelaksanaannya tidak ada pekerjaan di lapangan/ di lokasi.

Setelah itu, dana sebesar 3.963.725 dolar Amerika digunakan untuk kekurangan pembayaran pembuatan 2 (dua) kapal milik Pertamina kepada Zhang Hong, Pte. Ltd yang telah mempunyai anggaran tersendiri, yang penunjukan dan kontrak antara PT DPS dengan Zhang Hong. Pte, Ltd tidak sesuai dengan ketentuan pengadaan barang/jasa sehingga, merugikan PT Dok dan Perkapalan Surabaya.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan