Kejaksaan Agung Sasar Pelaku Lain Mega Skandal Korupsi Rp 16,8 Triliun PT Asuransi Jiwasraya

Kejaksaan Agung Sasar Pelaku Lain Mega Skandal Korupsi Rp 16,8 Triliun PT Asuransi Jiwasraya. – Foto: Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia. (Net)
Kejaksaan Agung Sasar Pelaku Lain Mega Skandal Korupsi Rp 16,8 Triliun PT Asuransi Jiwasraya. – Foto: Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia. (Net)

Meskipun berkas acara pemeriksaan (BAP) terhadap 6 tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (persero) sudah dilimpahkan ke pengadilan, tak lantas membuat penyidik Kejaksaan Agung berpuas diri dan berhenti mengusut kasus korupsi yang merugikan keuangan negara Rp 16,8 triliun itu.

Tim Penyidik Kejaksaan Agung di bawah komando Febri Adriansyah, yang merupakan Direktur Penyidikan Pidana Korupsi pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, terus bergerak mencari dan mengusut pelaku lain dalam kasus mega skandal korupsi yang menghebohkan Republik Indonesia.

Pada Selasa (02/06/2020), penyidik yang bermarkas di Gedung Bundar Kejaksaan Agung kembali melakukan pemeriksaan terhadap petinggi-petinggi tiga perusahaan securitas.

Kejaksaan Agung Sasar Pelaku Lain Mega Skandal Korupsi Rp 16,8 Triliun PT Asuransi Jiwasraya. – Foto: Gedung Bundar Atau Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia. (Net)
Kejaksaan Agung Sasar Pelaku Lain Mega Skandal Korupsi Rp 16,8 Triliun PT Asuransi Jiwasraya.Foto: Gedung Bundar Atau Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia. (Net)

Ketiga orang yang dieriksa sebagai saksi itu adalah Direktur Utama PT Maybank Kim Eng Sekuritas Wilianto, Direktur Utama PT CIMB Sekuritas HR Yudha Satya Amdarmo, dan Direktur Utama PT Valbury Sekuritas Benny Andrew Wijaya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono menyampaikan, pemeriksaan ketiga saksi itu masih berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019.

Menurut Hari, sebagai Direktur Utama perusahaan sekuritas (Bank Kustodian), keterangan ketiga saksi dianggap perlu untuk mengetahui tentang bagaimana proses jual beli saham dalam pengelolaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada saat yang bersangkutan menjabat sebagai pengurus perusahaan.

Pemeriksaan ini, kata Hari, guna mencari dan menemukan pihak-pihak lain yang dapat dimintakan pertanggung-jawaban atas kerugian keuangan negara pada pengelonaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (persero).

“Baik secara Perdata maupun secara Pidana,” ucap mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumatera Selatan ini.

Sebelumnya, guna mengungkap dan membongkar secara keseluruhan patgulipat di PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara Rp 16,8 triliun, tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) juga telah memeriksa dua perusahaan securitas lainnya.

Dua saksi yang diperiksa terkait pengembangan kasus Jiwasraya Jilid II ini adalah,  Dannief Utojo Danus selaku Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas dan Ina Rahayu Ratna Pratiwi, Direktur Utama PT BNI Sekuritas.

Kejaksaan Agung Sasar Pelaku Lain Mega Skandal Korupsi Rp 16,8 Triliun PT Asuransi Jiwasraya. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Ist)
Kejaksaan Agung Sasar Pelaku Lain Mega Skandal Korupsi Rp 16,8 Triliun PT Asuransi Jiwasraya. Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Ist)

Pemeriksaan para saksi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Dengan menjaga jarak aman antara saksi dengan penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan dengan hand sanitizer, sebelum dan sesudah pemeriksaan,” tutup Hari.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan