Kejaksaan Agung Juga Masih Menggarap Korupsi Pemberian Kredit Bank Mandiri

Kejaksaan Agung Juga Masih Menggarap Korupsi Pemberian Kredit Bank Mandiri.
Kejaksaan Agung Juga Masih Menggarap Korupsi Pemberian Kredit Bank Mandiri.

Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menggarap dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit dari PT Bank Mandiri kepada PT Central Stell Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, pada Kamis 20 Juni 2019 saja, penyidik Pidsus Kejaksaan Agung masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dalam kasus ini.





 

“Ada pun saksi yang diperiksa yaitu Rudy F Simanjuntak, yang merupakan special assets management (SAM) Bank Mandiri Pusat,” ujar Mukri, di Kompleks Kejaksaan Agung, Kamis (20/06/2019).

Dia melanjutkan, untuk kasus ini, sudah sebanyak 7 orang ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka itu adalah inisial AP (Relationship Manager Bank Mandiri Solo), MAEP (mantan Team Leader Bank Mandiri CBC Solo) selaku pengusul kredit kepada PT Central Stell Indonesia, HA (mantan Senior Credit Risk Manager RRM VII Semarang-Floor Solo) selaku pengusul kredit kepada PT Central Stell Indonesia, ED (CBC Manager PT. Bank Mandiri Solo) selaku Komite Kredit Tingkat I, MSHM (PKMK-RRM VII Semarang-Floor Solo) selaku Komite Kredit Tingkat I, SBR (GH-Regional Commercial Sales 2) selaku Komite Kredit Tingkat II, dan MSP (PKMK-Commercial Risk) selaku Komite Kredit Tingkat II serta Korporasi PT Central Stell Indonesia.





 

Selanjutnya, kasus dugaan tindak pidana korupsi ini mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp. 201.176.328.414 (dua ratus satu miliar seratus tujuh puluh enam juta tiga ratus dua puluh delapan ribu empat ratus empat belas rupiah).

“Kasus ini merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus tindak pidana korupsi yang sama, dimana Penyidik telah menetapkan 2 orang tersangka, yaitu Mulyadi Supardi alias Hua Ping atau Aping  yang merupakan karyawan Swasta dan Erika W Liong sebagai Direktur Utama PT Central Stell Indonesia. Keduanya telah disidangkan dan diputus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tutup Mukri.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*